Kamis 22 Oktober 2020, 15:03 WIB

LPSK Siap Lindungi Saksi Kasus Tewasnya Pendeta Yeremia

Sri Utami | Politik dan Hukum
LPSK Siap Lindungi Saksi Kasus Tewasnya Pendeta Yeremia

MI/MOHAMAD IRFAN
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu

 

LEMBAGA Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap menindaklanjuti permohonan perlindungan dari gereja untuk saksi terkait tertembaknya pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya Papua September lalu.

Saat ini permohonan yang diajukan Badan Pengurus Pusat Gereja Kemah Injil Indonesia untuk keluarga dan saksi terkait penembakan pendeta Yeremia sudah diterima LPSK.

"Permohonan masuk hari ini, dan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,"ujar Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu kemarin.

Menindaklanjuti permohonan tersebut LPSK akan mendalami kembali keterangan para saksin yang sudah ditemui Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). LPSK akan melihat pihak mana yang memiliki keterangan yang penting dalam pengungkapan kasus, baik saksi yang sudah dimintai keterangan TGPF maupun yang belum dimintai.

Edwin mengungkapkan dari hasil temuan tim TGPF sebanyak tujuh saksi warga sipil yang memiliki keterangan penting saat pendalaman TGPF ke Intan Jaya Papua. LPSK juga melihat tingkat ancaman yang dihadapi para saksi. Tingkat ancaman sangat penting mengingat kondisi di Intan Jaya yang sangat tidak aman.

"Bisa dikatakan disana sulit untuk mencari tempat yang aman. Ini tentu menjadi catatan terkait bentuk perlindungan terhadap saksi kasus ini," ujar Edwin yang juga tergabung dalam TGPF penembakan pendeta Yeremia.

Oleh karenanya LPSK juga memohon dukungan semua pihak baik masyarakat maupun TNI-POLRI untuk keamanan para saksi. Keamanan para saksi penting karena terkait pula dengan kenyamanan mereka memberikan kesaksian.

 "Karena dari keterangan yang diberikan dalam kondisi aman dan nyaman bisa terungkap peristiwa yang menyebabkan beberapa orang menjadi korban baik pendeta Yeremia, masyarakat, dan anggota TNI sendiri," jelasnya.

LPSK juga membuka ruang  jika ada pelaku dengan peran minor yang bersedia menjadi saksi pelaku atau justice collabolator untuk kasus ini. Perlindungan terhadap justice collabolator sendiri diatur pula dalam UU Perlindungan Saksi dan Korban.

 "Ada penghargaan kepada justice collabolator seperti yang sudah diatur dalam UU Perlindungan Saksi dan Korban, oleh karenanya selain dari saksi kami memiliki harapan pengungkapan kasus ini dari peran justice collabolator," tandasnya.

Edwin memastikan tim LPSK akan segera turun untuk menindaklanjuti permohonan perlindungan tersebut. Pihaknya juga akan bekerjasama dengan segala pihak yang terkait selain agar dapat dipetakan saksi yang potensial membantu mengungkap kasus penembakan ini, juga agar terwujud layanan perlindungan yang tepat untuk para saksi. (OL-4)

Baca Juga

MI/Susanto

Kapolri Sikat Semua Pelanggar Ketertiban Umum

👤Putra Ananda 🕔Kamis 03 Desember 2020, 22:20 WIB
Jenderal bintang empat itu meminta kepada seluruh stakeholders ataupun ormas sekalipun harus patuh dengan payung hukum yang berlaku di...
MI/Mohamad Irfan

Ali Ngabalin Laporkan Dua Narasumber Media Online ke Polisi

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 03 Desember 2020, 22:02 WIB
Ngabalin mengatakan kedua narasumber telah menyeret namanya dalam suap izin benih lobster yang menjerat Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy...
ANTARA/ Reno Esnir

Polri Lamban Balas Surat Kejagung Soal Red Notice Joko Tjandra

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 03 Desember 2020, 21:54 WIB
Dalam sidang tersebut, jaksa penuntut umum Bima Suprayoga bertanya kepada Wibowo perihal sifat surat yang dikirim...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya