Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dinilai perlu memperkuat intelijen untuk mendeteksi gerakan jaringan teroris internasional. Hal ini demi menindaklanjuti temuan adanya keterlibatan warganegara Indonesia (WNI) dalam aksi teror di sejumlah negara.
"Kalau memang ternyata masih ada gerakan di luar dari warga negara kita, itulah tugas intelijen BNPT," kata anggota Komisi III DPR Supriansa kepada Medcom.id, kemarin.
Politikus Golkar itu mengungkapkan keterlibatan WNI sebagai foreign terrorist fighters (FTF) atau teroris lintas batas tak lepas dari penyebaran paham dari luar. Pengawasan harus ditingkatkan agar tidak ada lagi masyarakat Indonesia terpengaruh paham radikal.
Selain itu, pemerintah diminta menggencarkan gerakan kontraradikalisme. Upaya ini harus dilakukan agar masyarakat terus berpegang teguh terhadap Pancasila. "Perlu ada gerakan pemerintah untuk menyadarkan masyarakat agar tidak terpengaruh," ujar dia.
Sejurus, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta masyarakat waspada terhadap upaya perekrutan anggota terorisme internasional.
Politikus Gerindra itu mengungkapkan pergerakan jaringan teroris internasional cukup rapi dengan mendoktrin secara tersembunyi. "Di tengah pandemi ini supaya tetap waspada dan tetap ditingkatkan dalam rangka penanggulangan terorisme," ujar Dasco di Gedung Nusantara III, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
Sejumlah WNI diduga terlibat sebagai anggota kelompok teroris internasional di beberapa negara seperti seorang perempuan asal Indonesia yang diduga menjadi dalang bom di Jolo, Filipina. Informasi keterlibatan WNI dalam terorisme terungkap dalam video di akun Twitter @Natsecjeff pada Sabtu (29/8) pukul 12.51 WIB. Otoritas Provinsi Al Bayda, Yaman, menyergap kelompok pemberontak Houthi. Di lokasi, petugas menemukan kartu tanda penduduk (KTP) yang diduga milik warga Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. (P-5)
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
KEPALA BNPT Eddy Hartono menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Menurut Edi Hartono, media sosial dan game online telah terbukti menjadi salah satu sarana yang digunakan pelaku terorisme untuk melakukan perekrutan.
Program ini memberikan edukasi mendalam mengenai upaya mitigasi penyebaran paham radikal terorisme di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved