Rabu 02 September 2020, 04:58 WIB

Antisipasi Rekrutmen Terorisme

Antisipasi Rekrutmen Terorisme

Medcom.id/Mohammad Rizal
Ilustrasi -- terorisme

 

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dinilai perlu memperkuat intelijen untuk mendeteksi gerakan jaringan teroris internasional. Hal ini demi menindaklanjuti temuan adanya keterlibatan warganegara Indonesia (WNI) dalam aksi teror di sejumlah negara.

"Kalau memang ternyata masih ada gerakan di luar dari warga negara kita, itulah tugas intelijen BNPT," kata anggota Komisi III DPR Supriansa kepada Medcom.id, kemarin.

Politikus Golkar itu mengungkapkan keterlibatan WNI sebagai foreign terrorist fighters (FTF) atau teroris lintas batas tak lepas dari penyebaran paham dari luar. Pengawasan harus ditingkatkan agar tidak ada lagi masyarakat Indonesia terpengaruh paham radikal.

Selain itu, pemerintah diminta menggencarkan gerakan kontraradikalisme. Upaya ini harus dilakukan agar masyarakat terus berpegang teguh terhadap Pancasila. "Perlu ada gerakan pemerintah untuk menyadarkan masyarakat agar tidak terpengaruh," ujar dia.

Sejurus, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta masyarakat waspada terhadap upaya perekrutan anggota terorisme internasional.

Politikus Gerindra itu mengungkapkan pergerakan jaringan teroris internasional cukup rapi dengan mendoktrin secara tersembunyi. "Di tengah pandemi ini supaya tetap waspada dan tetap ditingkatkan dalam rangka penanggulangan terorisme," ujar Dasco di Gedung Nusantara III, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Sejumlah WNI diduga terlibat sebagai anggota kelompok teroris internasional di beberapa negara seperti seorang perempuan asal Indonesia yang diduga menjadi dalang bom di Jolo, Filipina. Informasi keterlibatan WNI dalam terorisme terungkap dalam video di akun Twitter @Natsecjeff pada Sabtu (29/8) pukul 12.51 WIB. Otoritas Provinsi Al Bayda, Yaman, menyergap kelompok pemberontak Houthi. Di lokasi, petugas menemukan kartu tanda penduduk (KTP) yang diduga milik warga Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. (P-5)

Baca Juga

MI/Susanto

KPK Dalami Arahan Juliari ke Ditjen Linjamsos

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Minggu 24 Januari 2021, 07:22 WIB
Pepen sudah tiga kali diperiksa KPK yakni pada 21 Desember 2020, 13 Januari 2021, dan 22 Januari 2021. Dia selalu hadir saat...
MI/M IRFAN

KPK Duga Penerima Suap Kasus Korupsi Bansos Masih Banyak

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Minggu 24 Januari 2021, 06:51 WIB
Lembaga Antikorupsi itu mendalami cara Harry mendapatkan proyek dalam kasus...
MI/ADAM DWI

Saksi Kasus Korupsi di Indramayu Diintimidasi

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Minggu 24 Januari 2021, 06:29 WIB
Anggota DPRD Jawa Barat periode 2014-2019 dan 2019-2024 Abdul Rozaq Muslim ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya