Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI NasDem mengajak masyarakat melihat penanggulangan virus korona (covid-19) secara luas dan serius. Dengan begitu, tidak akan ada buruk sangka yang muncul ketika pemerintah menarik masuk TNI untuk terlibat dalam pendisiplinan protokol kesehatan sesuai Inpres Nomor 6 Tahun 2020.
"Kita harus melihat pelibatan TNI dalam Inpres 6 tahun 2020 itu dalam perspektif yang lebih terbuka dan bebas dari prejudice (buruk sangka). Dengan cara demikian kita akan mendapatkan ketepatan alasan pelibatan TNI dan Polri oleh negara dalam menghadapi bahaya pandemi covid 19," kata anggota Komisi I DPR RI asal Fraksi NasDem Willy Aditya kepada Media Indonesia, Sabtu (8/8).
Willy mengingatkan pandemi covid-19 ini bukan hal main-main. Virus ini serius dan belum pernah terjadi selama Indonesia berdiri dengan persebaran yang cepat.
Oleh karena itu, penanggulangan kedaruratan yang dituangkan di dalam Inpres 6/2020 membuktikan strategi yang juga serius dan melibatkan banyak kalangan. "Sejak awal saya justru melihat perlu adanya pelibatan TNI dalam perspektif pertahanan, bahwa pandemi covid-19 ini merupakan ancaman terhadap pertahanan dan keamanan negara," ungkapnya.
Baca juga: Pelanggar Protokol Dipidana
Jika dilihat detail, lanjut Willy, inpres memberikan dukungan kepada penguasa sipil seperti gubernur, bupati/walikota dalam melakukan pengawasan, pelaksanaan protokol kesehatan di masyarakat. Artinya, TNI tidak bergerak sendiri secara institusional namun di bawah koordinasi dan perintah penguasa sipil.
"Hal ini sama sekali tidak menyalahi aturan tentang penugasan TNI selain perang. Pelibatan TNI dan Polri pun di dalam inpres ini berbeda fungsi. TNI tidak diberi instruksi untuk penegakan hukum sebagaimana Polri," tegasnya.
Luasnya unit wilayah yang harus diawasi pemerintah menjadikan pelibatan TNI dan Polri hal yang wajar. Ada 15 jenis lokasi yang harus diawasi dalam penerapan protokol kesehatan covid-19 yang harus dilakukan pemerintah sipil, ini tentu membutuhkan sumber daya. "TNI dan Polri memiliki sumber daya itu," imbuh Willy.
Ia memahami kebijakan ini akan menghadapi kritik. Namun ketika ditinjau lebih dalam yang menjadi pokok kritik adalah penggunaan kekerasannya. "Nah ini yang harus kita ingatkan kepada penguasa sipil dalam mengelola pelibatan TNI dan Polri. Pendekatan kekerasan sedapat mungkin dihindari agar masyarakat juga lambat laun akan tumbuh kesadaran dirinya sendiri," ungkapnya.
Menurut Willy, bangsa ini semua bertanggung jawab dalam melawan pandemi covid 19 ini dengan berbagai cara, minimal dengan menerapkan protokol kesehatan. TNI yang ditugasi dalam perang melawan musuh tidak terlihat ini merupakan bagian dari perjuangan yang harus harus didukung.
"Kita semestinya bersama-sama memberi bantuan kepada TNI dan semua yang bertarung melawan covid-19. Siapkan APD-nya, ransumnya, logistiknya, dan lainnya. Ini bukti bahwa melawan covid adalah perjuangan semesta kita rakyat Indonesia. Apa benar kita mau membiarkan tentara kita bertarung dengan musuh tidak terlihat itu sendirian? Saya rasa tidak," pungkasnya. (P-2)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) kembali menegaskan pentingnya penerapan protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan (CHSE) di tempat wisata.
Dalam menghadapi ancaman Covid-19 ini, Pemko Banjarmasin mulai melakukan mitigasi dengan melibatkan semua sektor.
KETUA Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene menilai lonjakan kasus covid-19 saat ini harus menjadi peringatan penting bagi pemerintah dan masyarakat.
KEPALA Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, mengimbau masyarakat Indonesia untuk kembali menerapkan protolol hidup sehat menyusul lonjakan kasus Covid-19
Sejulah atlet yang berkompetisi di Olimpiade Paris 2024 terjangkit Covid-19. Terbaru, perenang Inggris Adam Peaty dinyatakan positif setelah lima atlet polo air Australia.
Janji kampanye Ganjar terkait 1 nakes 1 desa dianggap tidak cukup penuhi kebutuhan layanan kesehatan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved