Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERISTIWA jatuhnya jet tempur BAe Hawk 209 milik TNI-AU, Senin (15/6/2020) yang waktunya berdekatan dengan jatuhnya helikopter MI-17 milik TNI-AD menunjukkan ada masalah pada perawatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI yang harus menjadi perhatian serius Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
“Perawatan sangat penting, mengingat alutsista kita saat ini banyak yang bermasalah, di antaranya karena sudah berumur dan minimnya suku cadang,” kata anggota Komisi I DPR Syaifullah Tamliha di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, pesawat, helikopter, atau kendaraan militer yang digunakan TNI harus dipastikan benar-benar mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya.
“Kemenhan harus memastikan bahwa pembelian alutsista dan suku cadangnya benar-benar berkualitas, sesuai dengan medan tempur dan pertahanan di Indonesia,” ujarnya.
Syaifullah mengungkapkan, saat ini di semua matra TNI, masalah perawatan menjadi hal serius. Banyak alutsista tidak berfungsi sebagaimana mestinya akibat keterbatasan perawatan. Hal itu akan menurunkan kemampuan tempur yang juga berimbas pada menurunnya keselamatan anggota TNI.
Manurut dia salah satu kendala klasik pada perawatan dan pengadaan alutsista ialah keterbatasan anggaran pertahanan. Saat ini alokasi anggaran pertahanan sebesar Rp131 triliun atau masih di bawah 1% dari produk domestik bruto (PDB). Padahal, idealnya anggaran pertahanan tidak kurang dari 1,5% dari PDB.
“Saya melihat Kemenhan sudah berusaha memaksimalkan anggaran. Di antaranya dengan menekan adanya mafia perdagangan alutsista, sehingga harga beli bisa lebih murah daripada sebelumnya,” tutur politikus PPP itu.
Anggota Komisi I lainnya, Sukamta, menyatakan perlu standar baru yang lebih ketat untuk menentukan pesawat laik terbang atau tidak. Berkaca dari kecelakaan pesawat TNI beberapa waktu terakhir, tolok ukur yang berlaku dinilai tak memadai. “Jadi hanya pesawat yang tergolong baru saja yang layak diterbangkan. Ini lebih baik untuk keselamatan kita semua,” katanya.
Selain itu, perlu segera meremajakan alutsista TNI. Meskipun masih dinilai laik terbang, ia melihat pesawat TNI rata-rata sudah termakan usia. (Pro/P-3)
Empat belas orang tewas dalam kecelakaan bulan lalu ketika helikopter militer Azerbaijan Mi-17 jatuh selama penerbangan pelatihan.
"Kita tidak ingin peristiwa jatuhnya pesawat atau helikopter kembali terjadi karena tidak hanya menimbulkan kerugian materiil. Namun juga meninggalnya para perwira TNI yang terlatih."
Anggota Komisi I DPR RI, Willy Aditya mendesak TNI dan Kemenhan untuk memperdalam investigasi jatuhnya heli jenis MI-17 buatan Rusia ini setelah korban meninggal bertambah.
Salah satu korban kecelakaan Helikopter Mi-17 Penerbad, Lettu Cpn Vira Yudha, menghembuskan nafas terakhirnya setelah sempat dirawat intensif selama 7 hari di RS Kariadi, Semarang.
Diketahui, helikopter MI-17 merupakan buatan Rusia dan sebagai helikopter angkut milik TNI AD yang paling banyak dipakai dalam misi latihan maupun misi pengiriman logistik dan pasukan.
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menyebut kapal induk Giuseppe Garibaldi buatan Italia ditargetkan tiba di Indonesia sebelum HUT TNI 5 Oktober 2026.
Anggaran pertahanan APBN 2026 mencapai Rp337 triliun. Pengamat menilai belanja alutsista harus memperkuat industri pertahanan nasional, bukan sekadar impor senjata.
CO-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, mengatakan, kemandirian industri pertahanan merupakan salah satu pilar kedaulatan negara.
Sebanyak 133.000 personel TNI dan 1.047 alat utama sistem senjata (alutsista) akan dikerahkan dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI di Lapangan Silang Monas
TNI menggelar gladi bersih persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (3/10).
Ketiadaan buku putih berpotensi merusak kepercayaan negara lain yang selama ini dibangun melalui transparansi sektor pertahanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved