Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
OMNIBUS Law Cipta Kerja diprotes berbagai kalangan masyarakat. Mereka merasa tidak dilibatkan dalam penyusunan draft RUU tersebut.Menyangkut hal ini, anggota Komisi III Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani, mengatakan skema pembahasan Omnibus Law memang harus berbeda dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang pada umumnya. Pelibatan masyarakat harus dilakukan lebih intensif dengan berbagai pendekatan.
"Kalau RUU biasanya setelah masuk DPR maka aspirasi masyarakat didengarkan di DPR melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) lalu menyampaikan aspirasi kepada fraksi-fraksi yang ada di DPR, sekarang jangan hanya itu," ujar Arsul, di gedung DPR, Jakarta, Jumat (28/2).
Baca juga: PT BA Ditugasi Kelola Aset Tersangka Kasus Jiwasraya
Arsul mengatakan pemerintah juga harus membentuk tim untuk turun langsung ke lapangan. Mereka harus bekerja menyosialisasikan dan menampung berbagai pendapat masyarakat lintas kalangan terkait Omnibus Law yang akan dibahas di DPR.
Sementara itu, ia mengatakan fraksi PPP berharap pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja juga dapat segera dilakukan di DPR. Namun, pimpinan DPR enggan terburu-buru menambil keputusan untuk memulai pembahasan.
"Dalam rapat Bamus terakhir, wakil fraksi PPP yang hadir juga sudah menyampaikan kepada pimpinan tentang perlunya ini direspons secepatnya," pungkasnya. (OL-6)
DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Riau menunjukkan soliditas organisasi dengan sukses menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) IX,
Ketua Umum PPP Mardiono melakukan silaturahmi ke kediaman Din Syamsuddin
Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono mengajak Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) ikut mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi
Muhamad Mardiono mengatakan ada orang baik yang memfasilitasi rekonsiliasi PPP antara kubunya dengan kubu Agus Suparmanto.
Lebih lanjut Supratman menjelaskan bahwa Presiden Prabowo selalu mengatakan partai politik harus menyelesaikan masalahnya sendiri bila memiliki persoalan.
Supratman mengatakan, pemerintah menyerahkan PPP untuk mengurus organisasinya saat ini. Pemerintah menegaskan tidak mau ikut campur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved