Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
YAYASAN Cinta Anak Bangsa terus mengembangkan kiprah sosialnya di Jawa Tengah. Kemarin, bersama PT Bank HSBC Indonesia, mereka mendirikan rumah belajar batik di Kota Semarang.
"Rumah Batik Semarang merupakan upaya kami untuk ikut berperan mengurangi angka pengangguran usia produktif, terutama dari kalangan keluarga prasejahtera. Kami berupaya dengan memberikan pelatihan keterampilan yang bisa menjadi bekal bagi peserta untuk mandiri, bahkan bisa menciptakan lapangan kerja baru," ujar Founder & CEO YCAB Foundatio Veronica Colondam.
Dia sangat berharap rumah batik akan menumbuhkan usahawan dan perajin batik muda yang memiliki keterampilan dan mampu bersaing. "Mereka juga merupakan penerus warisan kesenian batik Indonesia," ujarnya.
Sebelumnya, kolaborasi Yayasan Cinta Anak Bangsa dan PT Bank HSBC Indonesia juga menggelar pelatihan untuk perajin batik di Pekalongan dan Pemalang.
Di Semarang, mereka juga memberi sentuhan kepada siswa dari 10 SMK, sehingga memiliki keterampilan untuk menjadi wirausahawan. Yang terbaru, di Bandung, Jawa Barat, YCAB dan HSBC melatih 4.132 siswa SMK untuk mahir berwirausaha.
Untuk peserta kelompok pembatik generasi muda di Rumah Belajar Batik Semarang, lanjut Veronica, tidak hanya mendapat pelatihan saja. Mereka juga didampingi dalam perjalanan usahanya, termasuk saat pemasaran online maupun offline.
"Setiap kelompok juga mendapat stimulasi berupa modal usaha dengan nilai Rp5 juta per kelompok, peralatan, dan bahan batik," tambahnya.
Nuni Sutyoko, Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia dan Krisseptiana, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Semarang yang hadir di Rumah Belajar Batik mengaku sangat gembira dengan semangat para peserta.
"Kami juga senang dan bangga ikut membina ge-nerasi muda untuk berkiprah di dunia usaha terutama kerajinan batik," ujarnya.
Sebelum peresmian Rumah Belajar Batik Semarang, YCAB dan HSBC juga menggelar lomba membatik kelompok. Penghargaan diberikan kepada kelompok usaha terbaik berupa bantuan modal usaha sebesar Rp10 juta dan pemberian hadiah kepada pemenang individu lomba desain batik.
Juara pertama diraih Muhammad Furqoon dengan karya Motif Sekar Tama. Lalu juara dua Rafi Akbar dengan judul Batik Ranajaya (Kegemilangan), juara tiga Saela dengan judul Berkarya untuk Bangsa. Pemenang keempat Kun Widianto dengan karya Bunga Matahari serta pemenang kelima Rifqi Huda dengan karya berjudul Bunga Edelweis. (AS/N-2)
Di bulan Ramadan ini, PSI Kota Semarang melakukan aksi nyata berbagi takjil kepada masyarakat.
PENGUATAN ideologi negara bukan lagi sekadar wacana akademis, melainkan faktor kunci keberhasilan transformasi menuju Indonesia. Pancasila
Angin puting beliung menerjang di sejumlah daerah seperti Pati, Kota dan Kabupaten Semarang menimbulkan kerusakan bangunan dan pohon tumbang.
KOMUNITAS Pecinan Semarang kembali menghidupkan tradisi Pasar Imlek Semawis 2026 sebagai ruang perayaan budaya yang inklusif sekaligus penggerak ekonomi rakyat.
Pasar Semawis ini kembali digelar untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Semarang.
Lonjakan harga hingga 100 persen terjadi pada bawang merah dari Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu per kg, disusul cabai rawit merah sebelumnya Rp45 ribu menjadi Rp90 ribu per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved