Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengenang pemikiran almarhum KH Solahuddin Wahid (Gus Sholah). Gus Sholah selalu menekankan fungsi agama untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Terutama dalam merajut persatuan dan kesatuan.
"Kami bahas bagaimana agar supaya bersatu dan kuat. Bukan berpikir untuk perpecahan," kata JK usai menghadiri tahlilan di kediaman Gus Sholah di Jalan Tendean nomor 2C, Jakarta, Sabtu (8/2).
Tidak hanya itu, Gus Sholah juga ingin agama mampu memajukan bangsa. Almarhum ingin agama tidak hanya sebagai alat berhubungan dengan pencipta.
Baca juga: Tokoh Besar Muncul jika Negara Aman
"Bahwa agama bukan hanya di agama semata. Tapi gimana soal upaya kita untuk mencapai kemajuan bersama," ungkap dia.
Oleh karena itu, JK ingin berbagai pemikiran Gus Sholah terkait kehidupan berbangsa da bernegara diteruskan. Sehingga, persatuan dan kesatuan tetap terjaga.
"Kita semua yang hadir di sini agar bisa melanjutkan upaya-upaya itu. Bagaimana selalu beliau kemukakan, dalam berbagai pertemuan sebab itulah yang beliau wariskan," ujar dia. (OL-1)
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
WAKIL Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menceritakan perbedaan penanganan tsunami Aceh pada 2004 silam dengan banjir yang melanda Sumatra pada tahun ini.
Jusuf Kalla menegaskan bantuan asing ke Aceh diperbolehkan selama untuk kemanusiaan dan terkoordinasi. PMI fokus pada logistik dan kebutuhan dasar warga terdampak.
Jusuf Kalla menekankan pentingnya penanganan cepat dampak banjir, khususnya penumpukan kayu di sungai, serta mendorong pemanfaatan kayu bernilai guna untuk membantu masyarakat
KETUA Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) meminta agar permasalahan lautan kayu dari banjir Sumatra untuk segera diselesaikan. Kayu yang memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan.
Masjid perlu terus dimakmurkan dan dimanfaatkan sebagai sarana membangun masyarakat yang religius sekaligus mandiri.
Mimpi Gus Sholah untuk membangun rumah sakit berawal dari banyaknya santri di Pesantren Tebuireng dan beberapa pondok pesantren sekitarnya.
Ratusan orang berebut menggotong keranda jenazah Gus Sholah, panggilan akrab Salahuddin Wahid, yang bertutup kain hijau.
Meninggalnya KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah meninggalkan duka mendalam bagi bangsa ini.
Gus Sholah meninggal dunia pada Minggu (2/2/2020) pukul 20.55 WIB setelah menjalani perawatan pascaoperasi jantung.
Pembacaan tahlil dan doa wafatnya Gus Sholah tersebut akan digelar selama 7 hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved