Kamis 23 Januari 2020, 17:33 WIB

MA Bersyukur ada Penambahan Hakim Agung dan Hakim Ad hoc

Nur Aivanni | Politik dan Hukum
MA Bersyukur ada Penambahan Hakim Agung dan Hakim Ad hoc

MI/Bary Fatahillah
Mahkamah Agung

 

JURU Bicara Mahkamah Agung (MA), Andi Samsan Nganro, bersyukur dengan lolosnya 8 orang menjadi calon hakim agung, yaitu 5 hakim agung dan 3 hakim ad hoc, yang telah diputuskan hari ini oleh Komisi III DPR RI. Penambahan tersebut diharapkan dapat mengatasi kekurangan hakim agung di MA.

"Kendati tidak semua calon hakim agung dan ad hoc disetujui oleh Komisi III DPR, akan tetapi dengan diloloskannya 8 orang tentu patut disyukuri," katanya kepada Media Indonesia, Kamis (23/1).

Baca juga: Penahanan Tersangka Penyerang Novel Baswedan Diperpanjang

Sebagai informasi, Komisi III DPR RI telah memutuskan untuk memilih delapan nama untuk mengisi kekosongan hakim agung dan ad hoc pada Mahkamah Agung. Delapan nama tersebut, yaitu Soesilo untuk kamar pidana, Dwi Sugiarto dan Rahmi Mulyati untuk kamar perdata, Busra untuk kamar agama, Brigjen TNI Sugeng Sutrisno untuk kamar militer.

Selain itu, untuk hakim ad hoc, yaitu Agus Yunianto dan Ansori untuk hakim ad hoc tipikor pada Mahkamah Agung dan Sugiyanto untuk hakim ad hoc hubungan industrial pada Mahkamah Agung.

"Dengan adanya tambahan 5 hakim agung dari semua kamar, kecuali kamar TUN, maka dapat mengatasi kekurangan hakim agung lantaran ada yang purna bakti dan ada yang meninggal dunia," katanya.

Dengan penambahan hakim agung tersebut, menurutnya, hambatan dan masalah percepatan penyelesaian perkara di MA sedikit dapat teratasi. Pasalnya, kata dia, pada seleksi tahun yang lalu DPR tidak menyetujui semua calon hakim agung yang diusulkan oleh Komisi Yudisial.

Baca juga: DPR Loloskan Delapan Hakim Agung dan Ad Hoc

"Alhamduliiah untuk seleksi dalam kesempatan ini MA dapat tambahan 5 orang hakim agung dan 3 orang hakim ad hoc termasuk hakim ad hoc tipikor tingkat kasasi," katanya.

Terkait masih adanya kekurangan hakim di MA, dikatakan Andi, pihaknya akan kembali mengajukan penambahan hakim kepada KY. "Tentu akan mengajukan penambahan kepada KY untuk mengganti kekurangan hakim agung karena purna bakti dan meninggal dunia," tandasnya. (OL-6)

Baca Juga

MI/setkab.go.id

Laman Daring Sekretariat Kabinet Diretas, DPR Minta BSSN Kerja Lebih Keras

👤Candra Yuri Nuralam, Cahya Mulyana 🕔Senin 02 Agustus 2021, 08:51 WIB
Dia mempertanyakan kinerja BSSN yang seharusnya memastikan situs itu tidak bisa...
MI/Susanto

KPK Ultimatum Orang yang Bantu Harun Masiku ke Luar Negeri

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Senin 02 Agustus 2021, 06:43 WIB
KPK menegaskan sudah sering mempermasalahkan orang yang membantu buronan melarikan...
MI/Susanto

436 Pegawai Positif Covid-19, KPK Harus Putar Otak

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 02 Agustus 2021, 06:37 WIB
Khusus pada 2021, sebanyak 169 pegawai KPK positif covid-19 dan, dari jumlah tersebut, Kedeputian Penindakan berjumlah 41...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya