Senin 06 Januari 2020, 12:30 WIB

TNI tidak Mau Terpovokasi Ketegangan di Natuna

Golda Eksa | Politik dan Hukum
TNI tidak Mau Terpovokasi Ketegangan di Natuna

AFP
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Laksamana Yudo Margono menginspeksi pasukan di Natuna, Riau

 

KEPALA Pusat Penerangan TNI Mayjen Sisriadi menegaskan TNI tidak akan terpengaruh dengan upaya provokasi terkait keberadaan puluhan kapal nelayan dan kapal pengawas perikanan (coast guard) Tiongkok di Laut Natuna, Kepulauan Riau.

"Kita tidak ingin terprovokasi. Mereka melakukan provokasi supaya kita melanggar hukum laut internasional itu sendiri," ujar Sisriadi kepada wartawan di Mabes TNI, Jakarta, Senin (6/1).

Menurut dia, masuknya kapal-kapal tersebut di perairan Natuna merupakan bentuk provokasi. Indonesia pun akan rugi jika terpancing dan akhirnya melanggar ketentuan hukum internasional.

"Saat ini prajurit kita telah melaksanakan tugasnya dengan rule of engagement yang diadopsi dari hukum nasional maupun internasional."

Ia menambahkan, pasukan TNI di bawah kendali Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Laksamana Yudo Margono juga telah menggelar operasi di Natuna. Kegiatan itu dilakukan sesuai prosedur yang disepakati internasional.

"Prajurit-prajurit TNI AL dan TNI AU melakukan operasi dengan memegang teguh aturan pelibatan yang berpedoman pada hukum-hukum laut internasional dan nasional. Intinya di situ," tandasnya.(A-1)

Baca Juga

ANTARA/M Agung Rajasa

Tidak Kunjung Tuntas, RUU Minol Dinilai Buat Bingung DPR

👤Fachr Audhia Hafiez 🕔Minggu 24 Januari 2021, 11:54 WIB
Lambannya pengesahan juga dilatarbelakangi penolakan sejumlah fraksi. Tercatat ada tiga fraksi yang menolak membahas RUU itu yakni PDI...
MI/Ardi Teristi

Komisi I DPR RI Minta KKB di Papua Jangan Dibiarkan Berlarut-larut

👤Ardi Teristi 🕔Minggu 24 Januari 2021, 11:13 WIB
ANGGOTA Komisi I DPR RI, Sukamta pun memberi saran TNI bisa menerjunkan Kopassus karena jumlah KKB tidak...
MI/Susanto

Sepanjang 2020, 65 Terpidana Korupsi Ajukan PK

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Minggu 24 Januari 2021, 11:00 WIB
Lebih anehnya lagi, kata Ali, banyak narapidana korupsi yang mengajukan PK setelah putusan sidang tingkat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya