Selasa 17 Desember 2019, 20:08 WIB

Kasus Nurhadi Disebut Fenomena Gunung Es

M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Kasus Nurhadi Disebut Fenomena Gunung Es

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi Abdurrachman

 

DIREKTUR Indonesia Court Monitoring (ICM) Tri Wahyu bahwa mafia peradilan yang seperti sekertaris Mahkamah Agung Nurhadi yang diduga menjadi pemain perdagangan perkara dan menerima suap senilai Rp46 miliar merupakan fenomena gunung es yang dilihat dari permukaan.

"Pandangan ICM Nurhadi puncak gunung es. Yang notabene merupakan seorang yang bersih dan berintegritas kemudian tersangkut kasus gratifikasi perdagangan perkara," Kata Tri saat dihubungi, Selasa (17/12).

Atas kasus tersebut ICM tak yakin penegakan hukum kembali kuat, dan akan kembali terulang kasus yang serupa. Kecuali adanya perombakan di internal MA.

"Ini merupakan ironi, karena tidak sedikit hakim-hakim yang tersangkut kasus korupsi. ICM tak percaya ini merupakan pertama dan terakhir karena panglima di peradilan yang ketua dan sekertaris MA ini pukulan telak di peradilan," Ujarnya.

"Kalau ketua MA tidak bisa menegakan keadilan mundur saja dan kemudian mencari pemimpin baru di internal MA. Situasi dunia peradilan harus dibenahi. Panglima anti korupsi sendiri malah minta tolong ke KPK," imbuhnya.

Menurutnya hal ini sama saja seperti lempar handuk ke KPK. Yang meminta orang luar untuk membersihkan di internal MA. Sehingga mafia seperti Nurhadi merupakan kabar buruk.

MA menyerahkan sepenuhnya proses hukum terhadap Nurhadi ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Mahkamah Agung menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Oleh karenanya, mohon bersabar kita berikan kesempatan untuk yang berwenang menindaklanjutinya," kata Kabiro Hukum dan Humas MA Abdullah di Gedung MA, Jakarta Pusat. (OL-4)

Baca Juga

MI/M Irfan

Dugaan Kebocoran Informasi, KPK Diminta Lakukan Evaluasi Internal

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 13 April 2021, 16:26 WIB
KPK diminta melakukan evaluasi internal terkait dugaan bocornya informasi saat penyidik akan melakukan penggeledahan terkait kasus...
Dok Pribadi

Yenti Garnasih: Kasus BLBI Jangan Semua Diperdatakan

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 13 April 2021, 15:59 WIB
Yenti Garnasih meminta pemerintah untuk memilah kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau BLBI yang masih dalam ranah...
Antara

Moeldoko: Masih Nekat Korupsi? Pasti Disikat

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 13 April 2021, 15:33 WIB
Dia pun menegaskan komitmen Presiden Jokowi dalam upaya pemberantasan korupsi. Sebab, sistem pencegahan korupsi yang dibangun...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya