Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran Muradi, menilai keputusan Presiden Joko Widodo untuk melakukan penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern tetap memerlukan komitmen lain, seperti kemandirian dalam hal pengembangan alutsista dalam negeri.
"Jadi harus memastikan kalau kita mandiri untuk mengembangkan alutsista itu, misalnya teknologinya kita punya dan lain sebagainya," ujar Muradi ketika dihubungi, Jumat (22/11).
Ia pun tidak menampik jika realitasnya banyak produsen alat pertahanan yang enggan membagi teknologi. Menurut dia, hal tersebut bisa saja terjadi karena sistem alih teknologi dalam prosesnya memiliki prasyarat yang wajib dipenuhi.
Baca juga : Jokowi Instruksikan Prabowo Jangan Beli Alutsista Usang
"Sistem transfer of technology (ToT) tentu ada prasyarat. Apa? Ya, kita harus punya logistik yang cukup untuk bisa melakukan alih teknologi. Itu menjadi prasyarat utama, mau tidak mau, suka tidak suka. Tidak masalah karena hal itu menjadi bagian penting dari penguatan industri pertahanan dalam negeri."
Namun, sambung dia, proses alih teknologi tidak bisa langsung diterapkan kepada produsen di negara yang sebelumnya sudah menjalin kerja sama.
Tetap harus dilakukan bertahap sembari membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih strategis dengan negara-negara lain.
"Alih teknologi itu begini, begitu kita impor pasti ada ToT. Nah, ToT itu kan ada uangnya. Jadi itu enggak gratis dan negara harus menyiapkan anggarannya," tandasnya. (Gol)
CO-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, mengatakan, kemandirian industri pertahanan merupakan salah satu pilar kedaulatan negara.
Sebanyak 133.000 personel TNI dan 1.047 alat utama sistem senjata (alutsista) akan dikerahkan dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI di Lapangan Silang Monas
TNI menggelar gladi bersih persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (3/10).
Ketiadaan buku putih berpotensi merusak kepercayaan negara lain yang selama ini dibangun melalui transparansi sektor pertahanan.
Modernisasi alutsista, mempercepat peremajaan kapal perang, kapal selam, dan sistem senjata untuk menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan menjadi sorotan.
Fregat Merah Putih (MPF140) dibangun berdasarkan pesanan Kementerian Pertahanan RI dan diklaim sebagai salah satu dari empat fregat jenis Arrowhead 140 tercanggih
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved