Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PENGAMAT Politik LIPI Syamsudin Haris menyarankan Putra Presiden Jokowi Gibran Rakabuming Raka untuk tidak maju di Pilkada Kota Solo 2020. Selain dianggap masih muda dan butuh pengalaman yang cukup, DPC PDIP Kota Solo juga sudah menutup pintu bagi Gibran.
"Saya kira tdk baik bagi pak @jokowi, @PDI_Perjuangan, dan Bu Mega jika membuka kembali peluang bagi @GibranRakabumi utk diusung oleh PDI-P padahal DPC PDI-P Solo sdh tutup pintu krn ada paslon walikota yang sdh antri. Gibran perlu bersabar. Lg pula msh muda," kata Haris melalui cuitan akun twitternya @sy_haris, Jumat (25/10).
Ia jelaskan juga bahwa dengan berupaya mendekati Ketua Umum PDIP Megawati, Gibran dianggap memaksakan kehendak. "Akan tidak baik buat Gibran dan tentu juga Presiden Jokowi sendiri karena seolah-olah ada pemaksaan harus maju. Toh mekanisme penjaringan kan dari bwah. Jangan sampai ada kesan, mentang-mentang anak Presiden lalu bisa melakukan apa saja untuk maju. Ini tidak baik," ungkap Haris.
Seperti diketahui, putra sulung Presiden Jokowi tersebut, pada Kamis kemarin (24/10) menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri. Kedatngan Gibran menemui Mega salah satunya adalah meminta restu untuk maju dalam pemilihan Walikota Solo. Sebelumnya Gibran mendaftar lewat DPC PDIP Surakarta, hanya saja pintu buat Gibran sudah tertutup lantaran ada kader lain yang lebih senior yang akan maju.(OL-4)
Satu hari pasca bencana Gubernur sudah menginstruksikan bahwa semua biaya pelayanan kesehatan para korban seluruhnya ditanggung oleh pemerintah daerah.
Sebanyak 8.000 orang memenuhi area Istana Merdeka mengikuti rangkaian upacara yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB.
Bareskrim Polri menahan mantan CEO e-Fishery Gibran Huzaifah dan dua rekannya sebagai tersangka pada kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana tersebut.
Tom Lembong dan Hasto adalah dua sosok yang mewakili oposisi Jokowi. Keduanya dipidana juga dinilai tak lepas dari keinginan Jokowi.
Kenapa Jokowi melakukan itu? Kenapa dia malah membuka front pertempuran politik dan menambah musuh baru? Panikkah dia?
"Saya lihat dari tahun 2014 sampai tahun ini, kasus-kasus kebakaran hutan ini sudah sangat menurun sekali. Sudah menurun hampir 80-85 persen," kata Gibran.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved