Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERIODE kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo diproyeksi bakal mendapat banyak persoalan dalam bidang penegakan hukum. Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) memprediksi Jokowi akan mengalami permasalahan di bidang hukum dan politik yang lebih besar di periode kedua kepemimpinannya.
“Acap kali presiden yang memimpin di periode kedua itu gagal atau paling tidak menghadapi turbulensi yang besar. Itu juga dialami Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,” katanya seusai diskusi bertajuk Habis Gelap Terbitlah Kelam, di Jakarta, kemarin.
Menurut Donal, berbagai turbulensi muncul akibat tidak tuntasnya implementasi Nawacita di sektor politik dan penegakan hukum, seperti reformasi partai politik.
“Sedikit pun Presiden tidak menyinggung hal itu. Padahal problem korupsi di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari problem korupsi di partai politik,” ujarnya.
Ia mencontohkan kutukan yang dialami SBY pada periode kedua masa kepemimpin-annya yang dibayang-bayangi kasus Century, Hambalang, dan korupsi kader Partai Demokrat. “Akibatnya, sejumlah agenda pemerintahan tak berjalan. Bahkan, ada offside di ujung pemerintahan periode kedua, yaitu mengubah desain pemilihan kepala daerah dari langsung jadi tidak langsung,” ungkapnya.
Menurut Donal, apabila penegakan hukum tidak dibereskan, situasi ini akan berimbas ke sektor ekonomi.
“Sektor ekonomi tidak akan terbangun secara baik kalau sektor hukumnya tidak baik. Tidak berjalan sebagaimana semestinya,” pungkasnya.
Oleh karena itu, Donal menyarankan agar Jokowi memulai dengan perbaikan penegakan hukum dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang KPK. “Hari ini kita berharap Presiden segera mengambil tindakan hukum untuk mengeluarkan perppu tersebut,” terangnya.
Suara rakyat
Pada kesempatan itu, Ketua Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Inisiatif Veri Junaidi meminta DPR 2019-2024 mendengarkan suara rakyat. Anggota DPR anyar harus membuka telinga lebar-lebar. Veri meminta anggota parlemen lebih banyak mendengar masukan masyarakat.
“Legislator harus lebih peka dan banyak mendengarkan. Bukan hanya berbicara, apalagi bicara salah,” katanya.
Veri menilai DPR periode lalu dianggap banyak menghasilkan produk legislasi yang sarat kepentingan golongan tertentu yang tidak mencerminkan keadilan dan keberpihakan kepada rakyat.
“Bagi DPR, seharusnya dalam proses pembuatan regulasi bukan hanya melihat bagaimana kepentingan politik terakomodasi, tapi juga mendengarkan aspirasi publik,” terangnya.
Veri juga menyorot peran Mahkamah Konstitusi (MK) dalam mengawasi tindak-tanduk DPR. Ia meminta MK mengawal langkah DPR apabila sudah keluar jalur.
“Kalau DPR sudah tidak mendengarkan, satu-satunya cara ya lakukan judicial review di MK,” ujarnya. (Medcom/P-4)
Putra bungsu Presiden Jokowi itu juga menyebut bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.
Ia menilai ada perpecahan antara Jokowi dengan PDIP yang mengusung pasangan Ganjar-Mahfud.
Beragam pembangunan telah dilakukan selama empat tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin.
JIKA tidak ada aral melintang pada 20 Oktober 2024 nanti, pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin akan segera berakhir.
"Pada pilihan 2019, pemilih Jokowi dan Ma'ruf Amin itu cenderung pilihannya untuk sementara ini masih banyak ke Ganjar Pranowo," kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan
Surya Paloh menyampaikan pesan kepada seluruh anggota Fraksi NasDem agar tetap mendukung penuh pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin (Jokowi-Maruf).
MARAKNYA kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah dinilai disebabkan oleh besarnya kewenangan yang dimiliki, terutama dalam proses pengisian jabatan.
TAHUN baru menumbuhkan harapan baru bagi bangsa ini. Kali ini, harapan baru eliminasi korupsi mulai berembus dari Senayan (Editorial Media Indonesia, 16/1/2026).
ICW menilai wacana Pilkada dipilih DPRD tidak beralasan dan berpotensi mengancam demokrasi serta membuka kembali ruang politik transaksional.
Pemulihan aset negara bukan sekadar menyita lalu melelang. Terdapat proses panjang dan penuh kendala hukum yang harus dilalui aparat.
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) yang memamerkan uang rampasan negara dan hasil denda administratif penyalahgunaan kawasan hutan.
KPK akan menelaah laporan ICW dan Kontras soal dugaan pemerasan oleh 14 orang bintara, dan 29 orang perwira Polri, dengan nilai mencapai Rp26,2 miliar selama 2020-2025
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved