Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Abdul Malik Fadjar mengatakan pembangunan sebuah negara dimulai dari memperbaiki dan membangun SDM.
"Dimulai dari pembangunan SDM. Dalam pembangunan SDM harus berfokus pada kemampuan komunikasi, kepemimpinan dan semangat ingin tahu," kata Abdul dalam diskusi di kawasan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (2/10).
Dirinya juga memperhatikan bagaimana SDM menjawab berbagai persoalan yang dihadapi saat ini. Beberapa perubahan yang dialami saat ini, terjadinya proses globalisasi dalam segala bidang, perkembangan tuntutan HAM, loncatan pemanfaatan teknologi informasi sangat berpengaruh dan rentan terhadap informasi.
"Selain itu tidak perlu untuk menghafal segala sesuatu. Agar terarah sebagai acuan dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi saat ini yang akan datang dari dalam negeri maupun luar negeri," ujar Abdul.
Baca juga: SDM Modalitas Penting Pembangunan Negara
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Sri Adiningsih mengatakan pembangunan SDM juga diperlukan demi mewujudkan sebuah Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang.
"Indonesia emas kan ketika 100 tahun atau 25 tahun lagi di 2045. Perjalanan Indonesia merdeka dengan segala dinamika mulai dari politik, sosial, budaya dan SDM," kata Sri.
Menurutnya, untuk mencapai Indonesia emas tahun 2045 akan ditentukan pada masa lima tahun ke depan.
"Ditengah gelombang besar perubahan digitalisasi untuk mencapai 100 tahun kemerdekaan yang menjadi penting di lima tahun ke depan," ujarnya.
"Hal itu untuk mewujudkan mimpi-mimpi anak bangsa yang perlu dipersiapkan dengan baik sehingga mencapai cita-cita kemerdekaan," tutupnya.(OL-5)
Ia menilai pesan utama Prabowo adalah penguatan postur pertahanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap negara.
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved