Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH mengalokasikan dana sebesar Rp2.528,8 triliun untuk belanja negara di 2020. Kementerian Pertahanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) dan Kepolisian Republik Indonesia menjadi tiga kementerian/lembaga yang mendapat porsi penyaluran paling besar.
Kementerian Pertahanan mendapat alokasi sebesar Rp131,2 triliun, naik Rp21,6 triliun dari alokasi tahun ini yang hanya Rp109,6 triliun.
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, penambahan anggaran itu dilakukan karena adanya penyesuaian anggaran belanja pegawai yang meliputi kenaikan gaji dan tunjangan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Selain itu, penambahan anggaran Kemenhan juga untuk meningkatkan kualitas alat utama sistem persenjataan (Alutsista) sehingga keamanan bisa terjaga dengan baik.
"Kita harus jaga terus alutsista kita karena itu kebutuhan untuk memperkuat pertahanan," ujar Askolani di kantornya, Jakarta, (26/9).
Baca juga: Menhan: TNI Bukan Organisasi Bayaran
Berada di posisi kedua, ada Kementerian PU-Pera yang mengantongi anggaran sebesar Rp120,2 triliun
Setiap tahun, kementerian tersebut memang selalu mendapat jatah anggaran besar karena bertanggung jawab dalam membangun banyak infrastruktur seperti jalan, jembatan, bendungan, embung, perumahan dan lain sebagainya.
Walaupun tidak lagi menjadi satu-satunya fokus utama, pembangunan infrastruktur akan terus dilanjutkan dalam lima tahun ke depan.
"Walaupun sudah banyak dibangun, infrastruktur kita masih belum cukup. Ini harus terus dilakukan untuk memacu pertumbuham ekonomi dan mewujudkan pemerataan di seluruh Indonesia," jelas Askolani.
Di peringkat ketiga ada Kepolisian Republik Indonesia yang mendapat jatah Rp90,3 triliun, naik dari tahun ini yang hanya Rp86,2 triliun.
"Anggaran Polri naik karena ada kebutuhan untuk menjaga keamanan selama pilkada serentak di 2020," tandasnya.(OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved