Kamis 19 September 2019, 13:18 WIB

Buya Syafii Minta Jokowi jangan Pilih Menteri yang Bikin Kacau

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Buya Syafii Minta Jokowi jangan Pilih Menteri yang Bikin Kacau

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Anggota Dewan Pengarah BPIP Syafii Maarif

 

ANGGOTA Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Syafii Maarif atau biasa disapa Buya Syafii bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan tertutup itu, dia mengaku membicarakan struktur kabinet pemerintahan Jokowi di periode kedua nanti.

Usai pertemuan, Buya Syafii memberi masukan ke Presiden untuk memilih menteri-menteri berkualitas. Menurutnya, komposisi kabinet bisa saja dari profesional ataupun partai politik. Asalkan, memiliki integritas.

"Presiden tahu, ada persoalan integritas, kompetensi dan profesionalisme. Boleh partai, nggak apa-apa. Tapi yang setia kepada presiden, jangan yang bikin kacau," jelas Buya Syafii di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/9).

Baca juga: Ini Pesan Syafii Maarif soal Kabinet Jokowi-Amin

Beberapa waktu lalu, Buya Syafii juga pernah berbicara ihwal kabinet Jokowi di periode kedua. Menurutnya, pembentukan kabinet juga harus ada perimbangan antara Jawa dan luar Jawa, partai politik, gender dan lainnya. Dia pun meminta Joko Widodo membentuk kabinet yang betul-betul mau memperbaiki negara ini, yaitu melawan korupsi serta narkoba.(OL-5)

Baca Juga

dok.ist

Koalisi Rakyat Melawan Neokolonialisme Harus Dibangun

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 19:47 WIB
BERKURANGNYA angka kemiskinan hanya 0,19% di Sumsel dari 12,88% menjadi 12,79% pada 2020 ke 2021, menunjukkan sebuah kehancuran cita-cita...
MI/ Susanto

Kejagung Periksa Petinggi Kemenperin untuk Kasus Impor Besi Baja

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 28 Juni 2022, 19:42 WIB
Seperti halnya Liliek, penyidik juga mendalami pengetahuan Budi seputar pertimbangan teknis atas persetujuan...
ANTARA/Widodo

Parpol Sepakat Menghilangkan Polarisasi di Pemilu 2024

👤Mediaindonesia 🕔Selasa 28 Juni 2022, 19:34 WIB
Seluruh kontestan dan koalisi diminta menghindari kampanye yang menimbulkan pembelahan di tengah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya