Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Bea Masuk Produk Hortikultura dan Hewan Akan Naik Saat Panen

Atalya Puspa
03/9/2019 15:47
Bea Masuk Produk Hortikultura dan Hewan Akan Naik Saat Panen
Buah impor di pasaran(FOTO ANTARA/M Agung Rajasa)

PEMERINTAH berencana untuk menaikkan tarif bea masuk bagi produk hortikultura, hewan dan produk turunannya saat masa panen tiba. Jadi, tarif impor sejumlah produk tersebut akan dinaikkan saat masa panen di Indonesia.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto mengungkapkan, penerapan tarif bea masuk dilakukan guna melindungi petani serta menjaga kualitas produk yang masuk ke Indonesia.

"Kita ingin melindungi petani indonesia agar produk yang masuk ke indonesia berkualitas, jangan sampai ada hama atau penyakit. Ini yang harus kita jaga bersama. Poin-poin itu yang kita bahas," kata Prihasto di Kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (3/9).

Namun begitu, dirinya belum dapat memastikan kapan kenaikan tarif tersebut akan berlaku. Prihasto menyatakan, masih diperlukan pembahasan di level internal.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita menyatakan, proteksi terhadap peternak juga dilakukan dengan memberlakukan aturan di luar tarif. Salah satu diantaranya yakni mewajibkan ketentuan halal terhadap produk daging yang akan masuk ke Indonesia.

Ke depan, dirinya mengungkapkan daging yang diimpor ke Indonesia juga akan dikontrol bahan pakannya. "Halal itu bukan hanya dari dagingnya aja, tapi jiga dari bahan pakannya. Kan bisa aja misalnya pakannya dari bangkai babi. Itu harus dicek," ucapnya.

Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 10 Tahun 2017 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor, saat ini tarif bea masuk yang dikenakan terhadap produk hortikultura serta daging dan turunannya yakni sebesar 5%. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya