Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
TOKOH bangsa Ahmad Syafii Maarif mengingatkan, menyambut peringatan hari ulang tahun ke-74 Republik Indonesia, pemerintah harus memperhatikan pula pembangunan di daerah perbatasan. Jangan hanya membangun dengan kacamata Jakarta.
"Kalau membangun Indonesia, jangan kacamata Jakarta, tetapi harus juga dilihat daerah-daerah terluar," kata dia di rumahnya, Kamis (15/8).
Masih banyak desa yang belum mendapatkan aliran listrik hingga sekarang. Di daerah perbatasan yang dekat dengan Malaysia, mereka bahkan lebih enak menonton siaran radio ataupun televisi dari Malaysia.
Buya Syafii mengingatkan hal tersebut lantaran, rakyat, termasuk di daerah perdesaan sudah memberikan banyak untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.
Baca juga: 7.500 Personel Diterjunkan Amankan Sidang Tahunan MPR 2019
"Kemerdekaan ini diraih dengan darah, dengan revolusi, bukan di bawah terang bulan," kata dia.
Ia menyebut, di Asia Tenggara dan Afrika, ada tiga negara yang meraih kemerdekaannya dengan cara berdarah-darah, yaitu Indonesia, Vietnam, dan Aljazair.
"Politisi atau siapa pun jangan melupakan ini karena rakyat berkorban sudah terlalu banyak," kata dia.
Rakyat telah banyak berkorban, dan banyak dari mereka yang tidak tahu namanya. Desa-desa juga menyumbang luar biasa untuk revolusi. (OL-1)
Ia menilai pesan utama Prabowo adalah penguatan postur pertahanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap negara.
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved