Jumat 12 Juli 2019, 22:52 WIB

Milenial Jokowi-Prabowo Siap Kolaborasi Majukan Indonesia

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Milenial Jokowi-Prabowo Siap Kolaborasi Majukan Indonesia

Dok. KitaSatu
Milenial pendukung Jokowi dan Prabowo berkolaborasi

 

DUA kelompok milenial kedua pasangan calon pada Pilpres 2019, KitaSatu dan Gerakan Milenial Indonesia (GMI) menggelar acara kolaborasi mempertemukan Erick Thohir dan Sandiaga Uno di Kemang Village, Sabtu (13/7) di Jakarta.

"Momentum Pilpres 2019 yang lalu generasi milenial di kedua kubu telah menunjukkan peran penting. Milenial berhasil mejadi vote-getter yang signifikan bagi masing-masing calon. Hampir semua berkisar di isu-isu terkait milenial," jelas Arief Rosyid selaku inisiator acara dalam keterangannya.

Arief menambahkan, penggerak kampanye kreatif di kedua kubu juga adalah generasi milenial. Peran mereka sangat dominan.

Walaupun sempat berbeda pandangan, lanjut Arief, milenial disemua kubu memiliki kepentingan yang sama, yakni bukan sekedar menjadi objek suara namun ikut menentukan perubahan.

"Milenial ingin segera mengakhiri rivalitas Pilpres.Kita perlu bergerak dari tahapan kompetisi ke tahapan kolaborasi, sama-sama membangun bangsa," tegas Arief yang juga mantan jubir Milenial pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Baca juga : Elite Gerindra Anggap Rekonsiliasi tidak Butuh Pemulangan Rizieq

Pada kesempatan yang sama, Sasha Tutuko, Koordinator Nasional GMI, mengatakan generasi muda Indonesia memiliki banyak porensi yang dapat diasah melalui berbagai kolaborasi.

"Acara kolaborasi ini dilakukan sebagai usaha menjaga persaudaraan dalam politik. Kami mengubah posisi masing-masing. Dalam demokrasi kan ada mekanisme check and balance," ungkap Sasha.

Dikesempatan tersebut Sasha mengutip pesan Sandiaga Uno selaku Pembina GMI, anak muda harus dapat bekerja sama membagun negeri ini dengan semangat persatuan Indonesia. Perbedaan yang ada, jangan sampai merusak persaudaraan diantara generasi muda.

Sebagai tannggungjawab moral pemuda-pemudi generasi milenial dapat menghiasi perbedaan dengan bentuk yang sabaik mungkin.

"GMI sangat antusias terlaksananya kolaborasi ini, kedepannya bisa menjadi teladan kedua belah pihak untuk tetap harmoni dalam 'Melampaui Perbedaan," ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Pradana Indraputra, Koordinator KitaSatu. Ia mengatakan, demokrasi bukan hanya tentang hasil, tapi juga prosesnya. Bagaimana bangsa Indonesia bisa belajar, membangun pengalaman bersama.

"Seperti Pak Jokowi yang tidak pernah membeda-bedakan kelompok manapun. Selalu menerima dengan tangan terbuka.Kita memilih demokrasi agar bangsa kita semakin kuat," jelas Pradana.

Diharapkan pemerintahan kedepan perlu punya roadmap pembangunan SDM Milenial. Agar ada legacy yang jelas dalam menghadapi tantangan di masa depan.

"Generasi milenial siap terlibat dalam pemerintahan dan memegang tanggung jawab yang lebih besar," tandasnya. (RO/OL-7)

Baca Juga

MI/ Susanto

Kejagung Periksa Saksi terkait Korupsi Duta Palma Group

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 30 Juni 2022, 22:46 WIB
Pemeriksaan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pemanfaatan lahan kelapa...
MI/Moh Irfan

Komisi III Buka Peluang Keluarkan Ganja dari Golongan I

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Kamis 30 Juni 2022, 21:55 WIB
"Jadi pertemuan hari ini adalah menyerap aspirasi tentang kemungkinan ke depan Undang-Undang Narkotika, kita keluarkan penggolongan...
Ilustrasi

Kebutuhan Hakim Agung Belum Terpenuhi, KY Harus Seleksi Kembali

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 30 Juni 2022, 20:57 WIB
Menurutnya, apabila MA masih dapat menangani beban perkara akibat posisi hakim agung yang belum terisi, tidak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya