Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BAHAYA sosial media (sosmed) yang banyak memuat berita-berita hoaks, ujaran kebencian, ataupun konten negatif lainnya yang dapat memecah belah bangsa, disikapi oleh ratusan kalangan pelajar se-Jabodetabek, Jawa Barat, Sumatera, hingga Kalimantan dengan menggelar konsolidasi.
Acara yang diinisiasi oleh Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) digagas dengan maksud mengajak generasi millenial sebagai pengguna sosmed terbanyak agar tidak hanya menjadi objek pasif, namun juga menjadi subjek aktif untuk mengisi sosmed dengan konten positif serta seruan perdamaian.
Baca juga: Anies: Wajah Baru Jakarta, Modern tapi tak Lupakan Budaya
"Agar masyarakat millenial, netizen ini, menjadikan sosial media ini sebagai wahana membangun kebaikan. Karena kita khawatir sebetulnya sosmed sekarang ini diproduksi berbagai macam hoaks yang menimbulkan perpecahan di kalangan umat," ujar Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini, yang datang untuk memberikan pengarahan acara di bilangan hotel Jalan Gunung Sahari, Sabtu (22/19).
Selain memerangi bahaya hoaks di dalam sosmed, Helmy menuturkan, bahwa ada bahaya lainnya yang kian mengintai yakni, masuknya paham-paham transnasional, radikalisme, dan terorisme. Ia menyebut bahwa ada sekitar 4% penduduk Indonesia yang sudah terpapar radikalisme, yang jumlahnya mencapai lebih dari 10 juta.
"Yang kita khawatir adalah sosmed dijadikan media bagi kelompok-kelompok yang berpaham radikalis, teroris, untuk menyebarkan ajaran-ajaran mereka secara provokatif sehingga menimbulkan kegaduhan," papar Helmy.
Baca juga: Apel HUT Jakarta ke-492, Anies: Terima Kasih Warga Betawi
Atas dasar itu, Helmy berharap melalui konsolidasi ini para generasi millenial dapat menjadikan sosmed sebagai ajang kreativitas, dan menjadikannya sebagai media yang bernilai positif dan bermanfaat. "Sosmed sebagai ajang kreativitas, pengembangan ekonomi misalnya," tandas Helmy.
IPPNU merupakan badan otonom dari PBNU yang membawahi bidang pelajar dan keputrian. Selain dihadiri oleh Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, juga dihadiri oleh Menpora Imam Nahrawi, KH Abdullah Syukri Zarkasyi,mantan KPAI Asrorun Ni'am Sholeh, dan perwakilan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), serta Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU, Rekanita Nurul Hidayatul Ummah. Hadir pula sejumlah artis dan influencer lain untuk mengisi materi, di antaranya Tina Talisa, Marcella Zalianty, Olga Lydia, dan masih banyak lagi. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved