Jumat 31 Mei 2019, 09:50 WIB

Beda Persepsi Hambat Seleksi Hakim MA

Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum
Beda Persepsi Hambat Seleksi Hakim MA

MI/ADAM DWI
Pakar hukum Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Bivitri Susanti.

 

PROSES menemukan sosok hakim agung memang tidak mudah. Perbedaan persepsi dan penilaian dalam poses tahapan seleksi di Komisi Yudisial (KY) dan DPR kerap menjadi kendala utama.

Demikian dikemukakan pakar hukum Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Bivitri Susanti.

"Kalau saya melihatnya memang cara pandangnya selalu berbeda antara DPR dan lembaga-lembaga penyeleksi lainnya. Saya ingat waktu KPK juga berbeda antara DPR dan panitia seleksinya. DPR ini sangat politis, pansel punya pertimbangan yang sifatnya manajerial," ujar Bivitri ketika dihubungi, kemarin.

Menurut Bivitri, KY melakukan seleksi berdasarkan undang-undang kemudian berdasarkan kualifikasi yang dibutuhkan setiap kamar. Jadi, sifatnya lebih ke melihat kompetensi berdasarkan rekam jejak, makalah, dan lainnya.

Bivitri menyarankan agar DPR dan KY lebih banyak melakukan dialog yang lebih intensif. "Komunikasikan dengan baik sehingga saling bisa melihat lebih mendalam. Saya rasa itu saja yang bisa dilakukan agar ke depan seleksi bisa lebih baik."

Selain itu, pelibatan publik untuk memberi masukan kepada KY dan DPR dengan lebih intens harus dilakukan selama proses seleksi.

Anggota Komisi III DPR, Taufiqulhadi, mengatakan tidak keberatan dengan masukan agar DPR dan KY mengintensifkan komunikasi dan dialog.

 "Saya rasa itu usul yang baik dan bisa dilaksanakan," ujarnya.

Taufiqulhadi mengatakan dialog sangat terbuka dilakukan dalam pertemuan resmi atau pertemuan-pertemuan informal.

Anggota Komisi III DPR, Muhammad Syafi'i, berharap segera ada calon hakim agung baru yang direkomendasikan KY. Para calon diharapkan pula lebih baik dan lebih berintegritas.

Sebelumnya, Komisi III DPR menolak keempat calon hakim agung yang direkomendasikan KY. Para calon dinilai tidak memiliki kualitas dan kapasitas yang mumpuni berdasarkan hasil uji kepatutan dan kelayakan yang dilakukan DPR dan tim ahli.

Calon hakim agung yang mengikuti seleksi ialah Ridwan Mansyur dan Matheus Samiaji untuk kamar perdata. Kemudian Cholidul Azhar untuk kamar agama, dan Sartono untuk kamar tata usaha negara (TUN). (Pro/P-2)

Baca Juga

Antara

Gaga Muhammad Divonis Hukuman Penjara 4,5 Tahun

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Januari 2022, 10:38 WIB
Terdakwa Gaga Muhammad divonis hukuman penjara selama 4,5 tahun dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu...
Medcom

Polri Sebut Kejahatan Siber Banyak Dilakukan Napi

👤Siti Yona Hukmana 🕔Rabu 19 Januari 2022, 10:00 WIB
Ramadhan mengatakan para tersangka leluasa menggunakan ponsel ataupun alat komunikasi di dalam...
MI/Moh Irfan

Cegah Omikron Merebak, ASN Dilarang Bepergian ke Luar Negeri

👤 Indriyani Astuti 🕔Rabu 19 Januari 2022, 09:18 WIB
Untuk perjalanan dinas, Rini mengatakan hal itu masih dimungkinkan dengan berbagai ketentuan ada aturan yang harus diperhatikan oleh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya