Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
VIRAL video adanya kericuhan yang terjadi saat pelaksanaan sidang pleno rekapitulasi suara di Gedung DPRD Empat Lawang yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Empat Lawang, Sumatra Selatan. Menurut Komisioner KPU Ilham Saputra, hal tersebut biasa terjadi jika ada saksi yang tidak puas dengan hasil perhitungan suara, sehingga aparat keamanan terpaksa melutuskan pistol.
"Itu kejadiannya karena ketidakpuasan terhadap rekapitulasi di Empat Lawang. Bisa saja mereka distrust ke lembaga kepemiluan. Itu kejadiannya cuma 20 menit kok, lalu sudah dinetralisir oleh pihak keamanan," ujarnya di Gedung KPU RI, Menteng, Jakarta, Senin (13/5).
Baca juga: Rekapitulasi DKI Tunggu Hasil Jaktim
Dalam sidang tersebut diketahui berakhir ricuh dan memanas, bahkan polisi terpaksa menembakkan gas air mata ke arah massa agar menghalau semakin parahnya kericuhan tersebut. Diketahui, semula rapat pleno berjalan lancar, pleno mulai memanas dari luar dan dalam ruang sidang.
Massa pendukung caleg yang berjumlah puluhan orang memaksa masuk gedung dan mendorong pagar. Polisi yang ada di lokasi coba menghalau, namun tidak lagi digubris. Massa memaksa masuk disebut karena meminta KPU segera membuka data C1 Plano.
Massa menilai data caleg dapil II Empat Lawang yang meliputi Kecamatan Lintang Kanan dan Muara Pinang terjadi kecurangan. KPU Provinsi Sumsel sudah mengambil alih dengan meminjam Gedung Rapat DPRD Empat Lawang agar bisa mengakomodir seluruh tamu undangan.
"Jadi itu pernah terjadi ketika Pilkada, Pileg sebelumnya. KPU Provinsi sudah mengambil yah," kata Ilham
Terpisah, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Fritz Edward Siregar membenarkan bahwa memang terjadi kericuhan di Empat Lawang.
"Itu di Sumsel, ada kericuhan terjadi saat rekapitulasi Kabupaten. Akhirnya rekapitulasi sudah dipindah ke KPU Provinsi Sumsel. Bisa saja ada orang yang tidak senang dengan pengawas pemilu disana," tandasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved