Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Demo Massa Kivlan Zen, KPU: Sangat Mengganggu

Insi Nantika Jelita
09/5/2019 13:25
Demo Massa Kivlan Zen, KPU: Sangat Mengganggu
Komisioner KPU Wahyu Setaiwan(MI/ROMMY PUJIANTO)

KOMISIONER Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, merespons soal adanya demo yang tergabung dalam Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (Gerak) yang akan berunjuk rasa di gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), siang ini. Diketahui, KPU saat ini sedang melakukan rekapitulasi perhitungan luar negeri.

"Tidak mengganggu sih, tapi sangat mengganggu," sindirnya di Gedung KPU RI, Menteng, Jakarta, Kamis (9/5).

"Sekarang bayangkan ya, Kita ngomong begitu, Kita mendengarkan dengan konsentrasi, yang diluar juga ngomong," tambah Wahyu.

Baca juga: Polisi Tetapkan Eggi Sudjana Tersangka Kasus Makar

Demo tersebut digagas oleh Mantan Kepala Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Tentara Nasional Indonesia Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana, dan mantan Menteri Dalam Negeri Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid.

Sebelumnya, Eggi Sudjana mengatakan akan mulai berunjuk rasa ke Bawaslu dan KPU pukul 13.00 hingga 17.49 WIB. Mereka akan berkumpul di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Kemudian, Wahyu juga menuturkan dari kemarin sudah ada demo di depan kantor KPU RI. Ia mengatakan pihaknya tidak melarang adanya demo, namun demo tersebut mengganggu pelaksanaan rekapitulasi.

"Ya kalau kebebasan mengeluarkan pendapatnya sih boleh-boleh saja, tetapi kebebasan mereka mengganggu kami. Apalagi kemarin ada dua (demo), langsung saut-sautan. Jadi ada tiga orang berbicara, yang disini (ruangan KPU) sama di jalanan," jelas Wahyu.

Baca juga: Jelang Unjuk Rasa, Pengamanan di Kantor KPU Diperketat

Sejak Sabtu (4/5), KPU sudah memulai rekapitulasi hasil suara luar negeri. Wahyu menceritakan bahwa pelaksanaan rekap memakan waktu seharian. Dimulai dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB, bahkan bisa lebih dari itu. Untuk itu, pihaknya tidak ada minat untuk menerima perwakilan demo.

"Kita tidak punya waktu itu, kita dari pagi hingga malem. Kecuali kalau mau diterima jam 2 pagi," ucap Wahyu sambil tersenyum. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya