Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
ELEKTABILITAS pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin di Sukabumi, Jawa Barat, diklaim mulai meningkat. Saat ini, perolehan suara sementara pasangan nomor urut 01 itu berada di kisaran 50%.
"Sukabumi mulai bangkit. Ada semangat. Yang dulunya kalah banyak. Sekarang sudah sama. Mudah-mudahan besok akan naik lagi. Di Sukabumi sekitar 50%. Masih draw. Tapi besok, beberapa hari ini, kita harapkan akan naik cepat," terang calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin kepada wartawan seusai menghadiri peringatan Isra Miraj di Lapangan Wisma Kinasih, Selabintana, Sukabumi, Rabu (3/4).
Ma'ruf menargetkan perolehan suara pasangan nomor urut 01 bisa mencapai 60%. Target itu dianggapnya tidak muluk mengingat warga Sukabumi berkarakteristik rasional.
"(Target) 60 lah. Iya, realistis lah. Memang Sukabumi dulunya kalah banyak. Dulu hanya 30%," tuturnya.
Ia mengatakan berbagai progres percepatan pembangunan infrastruktur pada era Joko Widodo cukup berpengaruh mendongrak tingkat elektabilitas. Ke depan, lanjut Ma'ruf, bersama pasangannya akan terus mendorong kemajuan pembangunan di Sukabumi dalam berbagai sektor.
"Iya, saya kira Sukabumi sudah harus lebih rasional, lebih bisa melihat kenyataan adanya upaya-upaya perbaikan. Kami ingin Sukabumi bisa terus lebih baik ke depan dengan pembangunan infrastruktur, kemudian pembangunan SDM-nya. Kami, saya dan Pak Jokowi berjanji untuk mengembangkan kemajuan di Sukabumi yang sebetulnya sudah dimulai," tutur Ma'ruf.
Baca juga: Survei JSI : Elektabilitas Jokowi-Amin Unggul atas Prabowo-Sandi
Terus berprogresnya pembangunan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), diyakini Ma'ruf, cukup berpengaruh meningkatkan elektabilitas Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Sukabumi. Bagi Ma'ruf, tren meningkatnya elektabilitas di Sukabumi harus jadi modal bagi perolehan suara pada 17 April nanti.
"Pastinya (tol Bocimi berpengaruh). Makanya saya bilang, ini permulaan yang sudah bagus. (Tol Bocimi) yang sudah lama nggak maju-maju. Tapi sejak Pak Jokowi sudah mulai," jelasnya.
Menyoal survei Indo Barometer yang menyebutkan baru 30% masyarakat mengenal tiga kartu sakti andalan pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Ma'ruf mengaku harus terus dioptimalkan sosialisasinya. Menurut Ma'ruf, tujuan akhir dari program kartu-kartu itu ialah melek digitalisasi.
"Nanti kalau masyarakat sudah melek kartu, melek digital, tidak perlu lagi pakai kartu, tapi cukup pakai handphone," tegasnya.
Saat ditanya wartawan soal aksi dugaan pengeroyokan terhadap warga berkaos Jokowi-Amin di Purworejo, Ma'ruf prihatin. Aksi-aksi kekerasan dalam kontestasi pesta demokrasi harus dihindari.
"Saya kira itu tidak benar. Kita ini kontestasi kok, masa keroyokan-keroyokan. Jangan lah. Kita mengharapkan tidak ada. Dari relawan Jokowi-Amin tidak boleh ada pengeroyokan, pencegatan atau pengadangan. Kami melarang keras," pungkasnya.(OL-5)
Cuaca ekstrem di 24 wilayah Jawa Tengah, termasuk hujan lebat, angin kencang, dan gelombang 1,25–2,5 meter di perairan utara-selatan. Waspadai potensi bencana hidrometeorologi.
Tragedi pembacokan terjadi di Jalan Gaharu Raya, Banyumanik, Semarang. Seorang penjaga toko buah nekat membacok 3 temannya di dalam rumah. Simak kronologinya!
Amat menyebut, pelaku diduga hanya satu orang dan tidak turun dari sepeda motor. Ciri-ciri pelaku memiliki tinggi sekitar 170 sentimeter dengan postur tubuh sedang.
Mabes Polri membeberkan skema pembiayaan 1.179 SPPG dari koperasi, bank Himbara, hingga YKB. Pembangunan dapur MBG juga direncanakan menjangkau wilayah 3T.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menegaskan tidak ada kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada 2026 dan akan memberikan diskon PKB sebesar 5%.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Pati Sudewo selama 40 hari terkait kasus dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved