Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan, pihaknya siap untuk buka-bukaan terkait peranannya memberikan bantuan dana kepada terdakwa kasus hoax Ratna Sarumpaet.
Pasalnya, perkara kasus hoax atas terdakwa Ratna Sarumpaet telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (21/2).
“Ya perkara atas nama Ratna Sarumpaet sudah dilimpahkan ke pengadilan negeri. Tentu kita sudah siap dan kita lihat nanti. Kita tunggu tanggal persidangannya,” kata Anies, di Monas, Jakarta Pusat, Senin (25/2).
Anies menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan materi yang akan disampaikan dalam persidangan jika dipanggil sebagai saksi. Dia siap menjelaskan secara mendetail kronologis proses permintaan dana hingga pemberian dana kepada Ratna.
“Nanti kita buka di sana secara detail. Nanti kita buka perbuatannya, bagaimana kita buka di sana nanti saat persidangan. Kalau saya buka di sini nanti enggak seru di sananya,” ungkap Anies.
Seperti diketahui, keberangkatan seniman Ratna Sarumpaet ke Cile ternyata mendapat persetujuan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Bahkan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI mensponsori Ratna menghadiri konferensi di Cile yang berlangsung pada 7-12 Oktober 2018.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbud DKI, Asiantoro, mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mendapatkan surat permohonan Ratna Sarumpaet pada tanggal 31 Januari 2018. Pada suratnya, Ratna meminta untuk difasilitasi kehadirannya pada acara The 11th Women Playrights International (WPI) Conference 2018 di Santiago, Cile.
Dalam surat dengan perihal permohonan sponsor tersebut, Ratna Sarumpaet menjelaskan konferensi tersebut adalah kongres tiga tahunan yang digelar di berbagai negara. Ratna mengaku sebagai salah satu anggota senior di kongres tersebut.
Surat undangan tersebut dikirimkan ke Ratna tertanggal 17 Oktober 2017. Dalam suratnya panitia penyelenggara mengundang Ratna sebagai salah satu juru bicara dan ikut membagikan pengalamannya kepada para peserta. Bahkan niatnya mau mengikuti berbagai kegiatan lainnya.
Surat permohonan tersebut kemudian diterima Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pada 19 Februari 2018. Kemudian surat tersebut didisposisikan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI.
Disposisi Gubernur DKI tersebut, lalu ia disposisikan ke Bidang Nilai Sejarah dan Budaya. Kemudian ditindaklanjuti dengan membuat nota dinas ke Biro Administrasi Sekretariat Daerah (ASD) karena biaya perjalanan dinas merupakan tupoksi Biro ASD DKI.
Untuk keberangkatan aktivis perempuan yang tengah tersandung kasus berita bohong tersebut, Disparbud DKI mengucurkan anggaran antara Rp60 juta hingga Rp70 juta. Adapun bantuan itu mencakup biaya tiket, penginapan, dan uang saku selama mengikuti kegiatan internasional itu. Proses pencairan pembiayaan keberangkatan Ratna sangat panjang.
Seperti diberitakan Ratna Sarumpaet ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat akan bertolak ke Cile untuk menghadiri Women Playwrights International. Ratna sendiri terjerat kasus pembohongan publik atas pernyataannya yang mengaku menjadi korban penganiayaan. Padahal setelah polisi melakukan penyelidikan ternyata Ratna tidaklah menjadi korban penganiayaan melainkan usai operasi plastik. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved