Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Dhani Ngaku Kader NU, Ma'ruf: Dia Gak Paham NU

Lina Herlina
21/2/2019 19:03
Dhani Ngaku Kader NU, Ma'ruf: Dia Gak Paham NU
(MI/Lina Herlina )

CALON wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, selama dua hari menggelar lawatan di Sulawesi Selatan. Ia berdialog dengan masyarak dan menyampaikan tausiah.

Disela-sela kunjungan tersbut, mantan Rais Aam PBNU tersebut, mengeluarkan pernyataan terkait surat artis Ahmad Dhani, yang sekarang ditahan, yang menulis tentang Nahdlatul Ulama (NU), dan menegaskan dirinya merupakan bagian dari 'NU Gusdurian'.

Hal itu pun dibantah oleh Ma'ruf Amin. "Dia tau apa tentang NU, dia kan gak paham NU. Dia jadi kader NU cuma berapa hari, sedangkan NU ini sudah 93 tiga tahun," tegas Ma'ruf di Makassar, Kamis (21/2).

Ma'ruf mengaku heran, kenapa Ahmad Dhani baru sekarang mengaku sebagai kader NU. Padahal sebagai kader NU itu harus memiliki 5 aspek dasar.

"NU itu akidah, NU itu cara berfikir, NU itu amaliah, NU itu gerakan harokah, NU itu organisasi. Kalau dia tidak punya ke lima aspek itu, dia pernah dikader jadi NU gak? Saya tidak tau kenapa dia tiba-tiba ngomong tentang NU," terang Ma'aruf.

Sebelumnya, pada Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan, bertema 'Mengarusutamakan Islam Wasathiyah : Menyikapi Bahaya Hoax dan Fitnah Bagi Kehidupan Keagamaan dan Kebangsaan', Ma'ruf Amin mengatan, untuk mengatasi kelompok-kelompok ekstrem, harus menegakkan pandangan dari kaum moderat.

“dalam kita mengawal keutuhan bangsa NKRI ini, pandangan keagamaan itu harus kita tegakkan yaitu pandangan agama yang moderat, yang toleran, tidak bersikap intoleran ataupun juga sikapnya itu radikal yang bisa menimbulkan masalah di dalam rangka kita berbangsa dan bernegara,” serunya.

Membangun karakter bangsa yang baik, revolusi mental dipertegas pada penguatan karakter. Karakter yang dibangun tersebut, menurutnya, harus menggunakan cara yang konstitusional, santun, baik, dan tidak menggunakan atau menyebar hoaks.

“Hoaks ini kalau sudah jadi watak di bangsa kita ini bahaya sekali, sangat susah dihilangkan. Walaupun niatnya benar, tapi jalannya salah itu tidak boleh, karena dapat menimbulkan kekacauan,” ungkapnya.

Masih banyak orang yang ingin memperjuangkan paham dan keinginannya tanpa menggunakan cara-cara yang benar, demokratis, konstitusinal, maupun dengan cara-cara yang santun.

“Kebohongan itu membawa kepada perbuatan yang menyimpang, perbuatan menyimpang itu akan membawa orang masuk neraka. Karena itu jangan ada menggunakan hoaks sebab orang yang membuat hoaks itu berarti dia menjadi calon ahli neraka,” lanjut Ma'ruf.

Ma’ruf melanjutkan, tugasnya sekarang yakni menyiapkan generasi yang akan datang yang memiliki kompetensi dan semangat dalam berkompetisi

“Jangan menjadi penyebar hoax. Kita memiliki kompetensi dan memiliki akhlak mulia. Inilah generasi milenial yang ingin kita bangun untuk mewarisi negara ini,” imbuhnya.

Ia berharap, kaum millenial saat ini menyiapkan diri untuk mampu menyongsong masa depan yang ingin diwariskan kepada mereka. Menjadi generasi yang selain cerdas, juga memiliki keterampilan dan akhlak yang mulia.

“Maka itu kita berharap generasi muda itu menyiapkan diri untuk menjadi calon pemimpin masa depan yang punya kecerdasan, keterampilan dan juga berahlak mulia,” tutupnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya