Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy meragukan hasil survei Indomatrik yang menyebut elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno saat ini tinggal 3,93 persen.
"Saya kok ragu, mereka ini survei lapangan atau imajinasi mereka," kata Romahurmuziy ketika dihubungi di Jakarta, Jumat.
Rommy, sapaan akrab Romahurmuziy, juga mengaku baru mendengar nama lembaga survei Indomatrik. "Saya baru dengar nama Indomatrik. Manipulasi datanya keterlaluan. Saya terus keliling nusantara, faktanya klaim mereka enggak berdasar," ujarnya.
Baca juga: Selisih Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Ketat
Menurut Rommy, bisa jadi hasil survei itu untuk menyenangkan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo-Sandiaga.
"Mungkin untuk 'nyenengin' mereka sendiri aja. Mungkin maunya juga untuk propaganda. Akan tetapi, karena angkanya kebesaran, jadi blunder," katanya.
Berbeda dengan hasil survei lembaga survei lainnya yang menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf yang di atas 50 persen dan Prabowo-Sandi di kisaran 30-an persen, survei Indomatrik yang diumumkan di Jakarta, Jumat, menyebut elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 47,97 persen dan Prabowo-Sandi 44,04. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved