Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Ketum PPP: Manipulasi Survei Indomatrik Keterlaluan

Antara
15/2/2019 20:53
Ketum PPP: Manipulasi Survei Indomatrik Keterlaluan
(MI/MOHAMAD IRFAN )

KETUA Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy meragukan hasil survei Indomatrik yang menyebut elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno saat ini tinggal 3,93 persen.

"Saya kok ragu, mereka ini survei lapangan atau imajinasi mereka," kata Romahurmuziy ketika dihubungi di Jakarta, Jumat.

Rommy, sapaan akrab Romahurmuziy, juga mengaku baru mendengar nama lembaga survei Indomatrik. "Saya baru dengar nama Indomatrik. Manipulasi datanya keterlaluan. Saya terus keliling nusantara, faktanya klaim mereka enggak berdasar," ujarnya.

Baca juga: Selisih Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Ketat

Menurut Rommy, bisa jadi hasil survei itu untuk menyenangkan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo-Sandiaga.

"Mungkin untuk 'nyenengin' mereka sendiri aja. Mungkin maunya juga untuk propaganda. Akan tetapi, karena angkanya kebesaran, jadi blunder," katanya.

Berbeda dengan hasil survei lembaga survei lainnya yang menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf yang di atas 50 persen dan Prabowo-Sandi di kisaran 30-an persen, survei Indomatrik yang diumumkan di Jakarta, Jumat, menyebut elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 47,97 persen dan Prabowo-Sandi 44,04. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya