Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TEMA infrastruktur diperkirakan akan menjadi jualan Presiden Joko Widodo pada debat kedua nanti. Masifnya pembangunan infrastruktur selama 4 tahun terakhir kepemimpinan Jokowi akan dikapitalisasi menjadi dukungan politik.
Hal tersebut disampaikan oleh Dandhy Dwi Laksono dari Ekspedisi Indonesia Biru saat menjadi narasumber diskusi bertajuk "Debat Kedua : Siapa Lebih Kinclong" di Jakarta, Rabu (13/2). "Maka tentu saja infrastruktur ini akan menjadi jualan petahana yang kita anggap juga sebagai kerja politik beliau selama 4 tahun terakhir," kata Dandhy.
Meski demikian ia berharap kubu Prabowo Subianto harus mampu menantang persoalan infrastruktur ini dari hal-hal yang selama ini terabaikan. "Misalnya saja bagaimana infrastruktur ini dibuat perencanannya, bagaimana kualitasnya, persoalan surat hutangnya bagaimana, aspek sosial dari pembangunan infrastruktur seperti apa. Jika itu muncul maka akan menjadi debat menarik dan publik bisa menilai," tukas Dandhy.
Debat kedua menurut dia akan menjadi menarik karena menyentuh persoalan-persoalan konkret yang dekat dengan hidup masyarakat. "Kita bicara pangan, energi, lingkungan hidup dan infrastruktur yang menopang pembangunan dan itu hal-hal yang dekat dengan hidup masyarakat, maka tentu saja jadi menarik," sambungnya.
Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menambahkan debat kedua akan sangat menarik karena kedua pasangan calon bisa tampil lebih otentik karena tidak ada lagi pembagian kisis-kisi pertanyaan sebelum debat. "Hal yang membedakan debat besok dengan sebelumnya adalah publik bisa melihat kedua calon presiden lebih otentik dengn gagasan-gagasan yang disampaikan karena tidak lagi mengandalkan kisi-kisi," kata Hendri .
Ia menjelaskan a?spek otentik calon membantu masyarakat menilai siapa dari dua calon yang betul-betul punya gagasan orisinal, bukan hafalan seperti kamus berjalan. J?ika dibandingkan dengan debat pertama, publik tidak mendapat banyak manfaat karena kedua calon menyampaikan jawaban yang sudah dihafal dan sangat mungkin disiapkan oleh Tim Sukses. "Kita berharap ada sesuatu yang baru yang beda dengan debat sebelumnya," pungkas Hendri. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved