Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL survey terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menempatkan Pasangan calon Presiden-Wakil Presiden, Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandi.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada bulan Januari, elektabilitas pasangan nomor urut 01 itu sebesar 54,8% sedangkan pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga sebesar 31%.
Berdasarkan segmen pemilih, Jokowi-Ma’arf unggul di lima kantong suara yaitu yaitu pemilih muslim, pemilih minoritas, pemilih kalangan dengan pendapatan menengah ke bawah, pemilih perempuan, dan pemilih milenial. Prabowo–Sandi hanya unggul di satu kantong suara yaitu segmen pemilih terpelajar.
Baca juga: Jokowi Unggul "Segalanya" dari Prabowo
"Sampai saat ini sejak pendaftaran bulan Agustus, elektabilitas kedua pasangan calon bergerak fluktuatif namun tidak signifikan baik peningkatan atau penurunan. Pasangan Jokowi-Ma’aruf unggul 54,8% dan Pasangan Prabowo-Sandi 31% dan berdasarkan kantong pemilih, Jokowi-Maarfu unggul di lima kantong suara dari 6 kantong suara," kata Peneliti dari LSI Denny JA, Adjie Al Faraby saat memaparkan hasil survey di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Kamis (7/2).
Ia menjelaskan, ada enam kantong yang mengalami perubahan persentase terhadap dua pasangan calon yaitu kantong pemilih muslim, pemilih minoritas, pemilih kalangan dengan pendapatan menengah ke bawah, pemilih perempuan, pemilih terpelajar, dan pemilih milenial.
Di kantong pertama, yakni pemilih muslim yang populasinya kurang lebih 85 persen, Jokowi-Ma'ruf unggul dengan dukungan sebesar 49,5%. Sementara Prabowo - Sandi memperoleh dukungan sebesar 35,4%. Sisanya, 15,1% belum menentukan pilihan.
Di kantong kedua, yakni pemilih minoritas dengan populasi kurang lebih 15%, dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf unggul telak mencapai 86,5%. Sementara dukungan terhadap Prabowo-Sandi sebesar 4,7% dan sisanya 8,8% belum menentukan pilihan.
Kantong ketiga, yakni pemilih menengah ke bawah dengan basis pemilih 50,3%, Jokowi unggul telak dengan dukungan sebesar 58,4%. Sementara Prabowo-Sandi memperoleh dukungan sebesar 24,7%. Sebanyak 16,9% pemilih belum menentukan pilihan.
Pada kantong keempat, yakni kantong suara pemilih perempuan dengan populasi sebesar 50%, pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul 57%, sementara dukungan terhadap pasangan Prabowo-Sandi sebesar 27,8%. Sisanya, 15,2% pemilih belum menentukan pilihan.
Kantong kelima, yakni kantong pemilih kalangan terpelajar dengan populasi pemilih sebesar 11,5%. Di kantong pemilih ini, Prabowo-Sandi unggul dibanding pasangan Jokowi-Ma'ruf. Dukungan Prabowo-Sandi di pemilih terpelajar mencapai 44,2%. Sementara dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf di kantong pemilih ini sebesar 37,7%.
Pada kantong keenam, yakni pemilih milineal dengan populasi sebesar 45%, Jokowi Ma'ruf unggul dengan dukungan 52,6% dan Prabowo-Sandi sebesar 33,8%. Sisanya, sebesar 13,6% pemilih milineal belum menentukan pilihan.
Khusus utuk pemilih terpelajar Adji menjelaskan meski jumlahnya yang tidak signifikan namun pengaruh kelompok terpelajar signifikan karena mereka bisa memengaruhi opini publik. "Dalam pertarungan elektoral yang ketat, populasi 11,5% cukup signifikan memengaruhi elektabilitas,” jelasnya.
Survei ini dilakukan sejak 18-25 Januari dengan melibatkan 1.200 responden di 34 Provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan pada survei ini adalah multistage random sampling dengan persentase kekeliruan kurang lebih 2,8%. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved