Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

BPN Coba Alihkan Dugaan Prabowo-Sandi Pakai "Propaganda Rusia"

Insi Nantika Jelita
06/2/2019 19:42
BPN Coba Alihkan Dugaan Prabowo-Sandi Pakai
(MI/Susanto)

CALON wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin menampik adanya tudingan timnya menggunakan konsultan asing dari Amerika Serikat yaitu Stanley Greenberg. Sebelumnya juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menduga adanya keterlibatan konsultan asing di pihak Jokowi.

"Enggak ada, enggak ada konsultan-konsultan (asing). Ya dari tim kita sendiri lah dalam negeri (konsultannya)," ungkapnya saat berada di Rumah Makan Sederhana, Sabang, Jakarta, Rabu (6/2).

Terpisah, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Abdul Karding Kadir juga angkat bicara dengan membantah bahwa pihaknya tidak menggunakan konsultan politik asing dari Amerika.

"Saya ini dua periode menjadi tim sukses pak Jokowi, 2014 dan 2019. Saya merasa termasuk timses yang relatif dekat. Oleh karena itu, saya tidak pernah melihat mendengar konsultan politik pak Jokowi itu orang asing apalagi Amerika. Saya kira ini adalah narasi bohong baru yang dibangun,"jelasnya saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut Karding menuturkan tudingan yang disampaikan BPN untuk memukul balik atas pernyataan calon presiden Jokowi yang menduga bahwa ada propaganda Rusia di pihak lawannya. Sehingga, kata Karding, BPN sengaja membutuhkan pengalihan isu.

"Jadi dengan apa yang disampaikan Pak Jokowi, mungkin memukul mereka. Sehingga butuh satu upaya pengalihan isu. Tapi, saya ingin tegaskan bahwa Pak Jokowi tidak pernah menggunakan konsultan asing."pungkasnya.

Andre Rosiade mengaku bahwa informasi keterkaitan Stanley Greenberg dan Jokowi ini didapat dari website www.political-strategist.com. Salah satu kontributor di lembaga konsultasi politik The Political Strategist itu ialah Stanley Bernard Greenberg. Greenberg dijelaskan sebagai seorang konsultan politik, peneliti, dan penulis buku. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya