Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Tim Kampanye Nasional Erick Tohir merasa prihatin dengan fitnah yang terus marak, terlebih menjelang hari pencoblosan Pemilu serentak pada 17 April mendatang.
"Menuju 76 hari ke Pemilu, saya melihat makin hari berita fitnah itu makin terus ditingkatkan," kata Erick di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (31/1).
Selain itu, Erick menyayangkan kabar fitnah tersebut terus diproduksi. Padahal, kata Erick, hak tersebut dilarang oleh agama.
"Masya Allah, itukan berita fitnah dilarang secara agama dan bahkan berita fitnah ini sudah ada yang jadi tersangka tapi terus berjalan," kata Erick.
Lebih lanjut, Erick mengatakan fitnah terus terjadi dan menyerang petahana sekaligus capres nomor urut 01, menteri-menteri, dan parpol koalisi. Bahkan, kata Erick, penyelenggara Pemilu, seperti KPU dan Bawaslu juga diserang fitnah untuk menghilangkan kepercayaan publik.
Erick mengaku ia tidak mau terus terperangkap dengan kabar fitnah. Maka dari itu, dari TKN, ia mengatakan akan terus melakukan upaya check and balance terhadap kabar fitnah yang berseliweran. Selain itu, TKN juga akan memberikan keterangan lebih lanjut perihal fitnah yang menyerang setiap pekannya.
"Maka dari itu, melalui Gerakan Menangkal Fitnah, hari ini kami memberikan keterangan untuk mengajak jangan lagi menebar kabar fitnah. Dan, kita buat Pemilu menjadi bersahabat," kata Erick.
Erick mengatakan TKN tidak memiliki motif dan niat untuk menyerang lawan politik melalui fitnah.
"Kita tidak punya DNA untuk fitnah," kata Erick. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved