Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

KPU Diminta Minta Maaf pada Publik Terkait Debat

Putri Rosmalia Octaviyani
19/1/2019 12:57
KPU Diminta Minta Maaf pada Publik Terkait Debat
(MI/Ramdani)

DEBAT perdana capres-cawapres pemilu 2019 dianggap gagal terlaksana dengan maksimal. KPU dianggap menjadi yang paling bertanggung jawab atas hal tersebut.

"Terkait debat pertama saya rasa. KPU harus minta maaf ke publik atas janji bahwa debatnya akan menarik," ujar Komisioner KPU 2012--2017 Sigit Pamungkas, dalam dialog Perspektif Indonesia, di Jakarta, Sabtu (19/1).

Sigit mengatakan, sejak awal, KPU menjanjikan akan menghadirkan debat yang memiliki substansi dengan kandidat dapat menjawab pertanyaan dengan ideologi yang kuat dan matang.

"Tapi justru di debat kita lihat apa yang dijanjikan tidak muncul. Bahkan sekelas Pak Sandiaga itu juga bawa catatan. Bukan kecil tapi buku diktatnya dibawa sekalian. Itu sejelas yang orang persepsikan Sandiaga akan tampil santai tanpa catatan," ujar Sigit.

Baca juga: Wakil Ketua KPK: Debat Pilpres Terkesan Normatif

Sigit mengatakan, sejak awal, kesalahan KPU dilakukan dengan membagikan kisi-kisi pertanyaan. Menurut Sigit, itu tidak tepat dikatakan hanya sebatas kisi-kisi melainkan sudah berupa pembocoran soal secara utuh.

"Karena metode KPU membagi soal, itu malah membuat kandidat tenggelam terbebani bahan yang sudah disiapkan dari rumah sehingga ketika ekspresikan jawaban tidak bisa tunjukkan otentisitas tadi," ujar Sigit.

Sigit juga mengatakan kesalahan juga terdapat dari cara moderator membawakan acara dan banyaknya gimmick acara. Mereka terkesan kerap memaksa kandidat menjawab dan juga terdapat adegan pengambilan nomor yang sebenarnya tidak penting ditayangkan.

"Ini kan debat bukan drama bukan pantomim yang ingin mengarahkan ke gimmick," tutup Sigit. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya