Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Pernah Jadi Tim Ahli Sandiaga, BW Dicoret Jadi Panelis Debat Pilpres

Insi Nantika Jelita
07/1/2019 09:32
Pernah Jadi Tim Ahli Sandiaga, BW Dicoret Jadi Panelis Debat Pilpres
(MI/ROMMY PUJIANTO )

MANTAN pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto dicoret dari panelis debat pilpres pertama oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menjelaskan dicoretnya BW adalah karena dia tidak memenuhi syarat lantaran pernah menjadi tim ahli pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat Pilgub DKI Jakarta.

"Mas BW kan salah satu yang diusulkan 02. Nah kemudian kita sampaikan bahwa Mas BW tidak memenuhi syarat karena punya kaitan, hubungan pernah jadi tim ahli salah satu calon wakil presiden, Sandiaga," ungkapnya saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (6/1).

Selain pernah menjadi tim ahli Sandiaga saat Pilkada DKI Jakarta, BW diketahui menjabat sebagai sebagai Ketua Komite Pencegahan Korupsi. Komite tersebut merupakan bagian dari Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta.

"Nah itu betul (BW menjabat di TGUPP). Awalnya kan masing-masing paslon mengusulkan dua nama (panelis), lalu KPU mengusulkan empat nama," jelasnya

Baca juga: Debat akan Tetap Sengit

Kemudian karena nama BW dicoret jadi panelis, menurut Pramono, tim paslon nomor urut 01 juga menarik panelis yang diusulkan yaitu Koordinator Indonesia Corruption Watch, Adnan Topan Husodo.

Adapun KPU mengusulkan empat nama panelis yaitu Prof Hikmahanto Juwana (guru besar hukum UI), Prof Bagir Manan (mantan ketua MA), Ahmad Taufan Damanik (ketua Komnas HAM), dan Agus Rahardjo (ketua Komisi Pemberantasan Korupsi).

"Sama-sama menyeimbangkan pada akhirnya dari kedua tim paslon. Tetapi tetap jumlah terbesar (panelis) dari kami dan kendali tetap di KPU," tukasnya.

Kemudian, Pramono mengatakan KPU bersama panelis sudah bertemu untuk menyusun pertanyaan debat. Hari ini, Senin (7/1), katanya merupakan finalisasi yang kemudian akan diperiksa oleh KPU dari segi konten dan redaksi pertanyaan untuk debat.

"Kita perhatikan dengan cermat, jangan sampai mengarah ke salah satu paslon. Kemungkinan tanggal 10 atau 11 disampaikan ke masing-masing paslon materi debatnya." tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya