Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Ma’ruf Amin: Siapapun Moderator dan Panelis Debat Kandidat Harus Objektif

Akmal Fauzi
29/12/2018 13:45
Ma’ruf Amin: Siapapun Moderator dan Panelis Debat Kandidat Harus Objektif
(MI/Akmal Fauzi)

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) sudah menentukan jajaran moderator dan panelis untuk debat kandidat calon presiden pada 17 Januari 2019 mendatang. Ditanya tanggapannya soal nama-nama yang diputuskan KPU, Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengatakan yang penting semuanya tidak memihak.

"Yang penting moderator itu tidak memihak, dia menyampaikan secara objektif dan tidak menyudutkan salah satu pihak," kata Ma'ruf Amin, Sabtu (29/12).

Dengan begitu, ia berharap moderator debat seharusnya tidak melakukan penyimpangan dari skenario yang disiapkan KPU untuk pelaksanaan debat kandidat. Ma’ruf menekankan, ia tak mempermasalahkan siapapun orangnya yang ditunjuk KPU.

"Kami percaya KPU memilih mereka yang kredibel," ujarnya.

 

Baca juga: Hikmahanto Masuk Tim Panelis Debat Pertama Pilpres

 

Di jajaran panelis, salah satunya adalah Bambang Widjojanto, yang dikenal dekat dengan sejumlah tokoh di Timses Prabowo Subianto, Ma'ruf mengatakan, panelis juga sama dengan moderator. Mereka sebaiknya menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang objektif dan tidak menyudutkan salah satu pihak.

"Panelis itu harus berlaku objektif, jujur. Kalau itu sudah dilakukan, saya kira dari kelompok manapun, dari profesi apapun, saya kira itu tidak menjadi masalah buat kita itu," kata Ma'ruf.

KPU sudah menetapkan Ira Koesno dan Imam Priyono sebagai moderator debat. Sementara sebagai panelis, selain Bambang Widjojanto, ada nama Hikmahanto Juwana, Bagir Manan, Ahmad Taufan Damanik, Bivitri Susanti, Koordinator, Adnan Topan Husodo, dan Margarito Kamis.

Menyangkut persiapan dirinya dan Capres Jokowi menghadapi debat kandidat, Ma'ruf mengatakan pihaknya tentu akan mempersiapkan diri. Ia lalu mengutip pernyataan Jokowi, kemarin, bahwa persiapan akan dilakukan berdekatan dengan hari debat. Kalau jarak waktunya terlalu lama, nanti kandidatnya bisa lupa.

"Menjelang debat kita akan melakukan persiapan-persiapan, mempelajari masalah-masalah yang kemungkinan akan menjadi materi perdebatan. Dan juga tentu saja kita melatih bagaimana kita menggunakan waktu yang terbatas, tidak panjang, hanya beberapa menit," jelasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya