Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Presiden nomor urut 01, Joko Widodo, mengemukakan dirinya masih belum memikirkan terkait pelaksanaan debat capres yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir Januari 2019 nanti.
Dalam pertemuan makan siang di kediaman Ma'ruf Amin di Situbondo No. 12, Jakarta Jokowi mengaku tidak banyak membahas soal politik.
Ia hanya berbicara hal hal yang ringan ringan sembari makan siang bersama Ma'ruf Amin dengan menu udang goreng, pecel sayur dan bandeng goreng.
"Saya diundang Kyai untuk makan siang. Soal debat itu kan masih lama. Nantilah itu masih 3 minggu, santai saja lah," tutur Jokowi usai makan siang, Jumat (28/12).
Jokowi menjelaskan ia pun belum memikirkan terkait tema debat yang akan dibahas karena masih lama waktunya. Ia khawatir justru nantinya akan lupa jika sudah dibahas dari saat ini.
Saat disinggung terkait evaluasi kampanye, Jokowi membenarkan dirinya sempat membicarakan hal tersebut, khususnya terkait hasil hasil survei. Tetapi menurutnya tidak banyak hal yang dibicarakan terkait topik tersebut.
Baca juga: Kubu Prabowo-Sandi Tidak Permasalahkan Usulan Moderator Debat Pilpres 2019
Namun saat ditanyakan terkait pandangan yang mengatakan peran Ma'ruf Amin yang masih belum mendongkrak elektabilitas Jokowi, dirinya tidak sepakat dengan pandangan tersebut.
"Mendongkrak kok, siapa bilang seperti itu. Di surveinya kelihatan kok," tutur Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut calon wakil presiden nomer urut 02 Ma'ruf Amin menjelaskan pertemuan makan siang tersebut lebih kepada membangun keakraban antara capres dan cawapres agar tidak ada jarak.
Bahkan jika saat ini dirinya yang mengundang makan siang, mungkin kedepannya Jokowi yang mengundang dirinya makan apakah di istana bogor ataupun di istana negara.
Menurutnya kebetulan saja kegiatan makan siang ini di akhir tahun, karena lebih kepada waktu kosong Jokowi yang kebetulan ada pada hari ini.
"Tadi yang dibicarakan hal yang ringan ringan saja, makan siang kok (bahas) yang berat berat. Ya soal keluarga, soal cucu dan lainnya. Kalau soal evaluasi sedikit saja, karena sedikit enggak usah diceritakan," tutur Ma'ruf Amin.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan nantinya dalam kegiatan kampanye antara dirinya dan Jokowi akan lebih kepada saling mengisi. Ada daerah yang harus dirinya datang dan ada yang Jokowi harus datangi, bahkan bisa jadi ada satu tempat yang keduanya hadir. Menurutnya sifatnya lebih kepada mengalir saja sifatnya yang penting pengelolaan waktunya terkelola dengan baik di seluruh wilayah. (OL-3)
Prabowo yang berlatar belakang militer membutuhkan sosok berpengalaman di bidang ekonomi.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi memberikan restu kepada Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menjadi cawapres untuk capres Anies Baswedan.
Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) Partai Golkar perlu mensosialisasikan capaian Partai Golkar dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.
SEJUMLAH kader Partai Demokrat Jawa Barat mengaku tersinggung dengan pernyataan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dalam debat terakhir, Sabtu (13/4).
Tadi malam, pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pasangan calon dengan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menutup debat kelima di Hotel Sultan, Jakarta.
Saat diminta oleh Prabowo untuk menjawab pertanyaan seputar pengembangan e-sport, Sandiaga mengatakan, "You wanna test your vice president."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved