Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menilai, kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno hentikan bersandiwara demi meraih simpati publik. Langkah itu dinilai justru tidak mendidik masyarakat.
Hal itu disampaikan juru bicara TKN Jokowi-Amin Irma Suryani Chaniago. Ia mencontohkan, sandiwara yang kerap dipertontonkan mulai dari kasus kabar bohong Ratna Sarumpaet hingga yang terkahir sandiwara penolakan Sandiaga di pasar di Kota Pinang, Sumatra Utara (Sumut).
"Kami sudah beberapa kali mendapatkan fakta bahwa mereka selalu bikin sandiwara. Yang pertama, sandiwaranya Ratna Sarumpaet yang sama-sama tahu bahwa itu pasti ada sutradaranya, nggak mungkin ada sutradaranya. Tapi karena sutradaranya tidak profesional makanya ketahuan sama juga dengan Sandiwara Uno ini dipasar ketahuan karena sutradaranya enggak handal,” kata Irma di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Jum’at (14/12)
Irma menilai sandiwara yang dilakukan kubu Prabowo-Sandiaga merupakan sandiwara yang tidak mendidik.
"Itu keliatan sekali permainan playing victimnya. menurut kami ini sandiwara sandiwara yang tidak mendidik rakyat,”" ucap Irma.
Tak hanya itu, Irma juga menilai sandiwara tersebut sengaja dilakukan pihak Prabowo-Sandiaga dikarenakan terbiasa membuat berita bohong dan berulang-ulang.
"Tentunya kelihatan sekali bahwa ini sengaja dilakukan karena memang terbiasa membuat hoaks. Membuat hoaks, membuat fitnah terlalu biasa baginya, kayaknya ini hal-hal selalu diulang diulang diulang," tegasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved