Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Presiden Ajak Masyarakat untuk Dewasa dalam Berpolitik

Nur Aivanni
14/12/2018 15:44
Presiden Ajak Masyarakat untuk Dewasa dalam Berpolitik
(ANTARA)

PRESIDEN Joko Widodo mengajak masyarakat agar dewasa dalam berpolitik. Ia meminta kepada masyarakat agar berpolitik dengan cara yang baik. Hal itu disampaikannya dalam acara Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019 di Provinsi Aceh, di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

"Saya ajak bersama-sama rakyat itu untuk dewasa dalam berpolitik dengan cara-cara yang baik. Yang namanya adu program, adu gagasan, adu prestasi, adu rekam jejak, cara-cara seperti itu yang harus dikedepankan," kata Jokowi, Jumat (14/12).

Ia meminta kepada masyarakat agar tidak terbelah ketika ada perbedaan pilihan politik baik di pilkada maupun pilpres. "Silakan ada perbedaan politik ngga apa-apa, ini demokrasi. Tapi jangan sampai karena perbedaan pilihan politik antar kampung tidak saling sapa," katanya.

Apalagi, katanya, di tahun-tahun politik mulai merebak berita bohong atau fitnah di media sosial. Ia pun menceritakan foto dirinya yang dianggap sebagai PKI. Padahal, ia sudah menyampaikan bahwa PKI sudah dibubarkan tahun 1965/1966, sementara ia baru lahir tahun 1961.

"Umur saya baru 4 tahun, masa ada PKI balita, ngga logis. Tapi ada yang percaya. Pinternya medsos seperti itu. Fitnah-fitnah keji seperti ini, dalam rangka berpolitik, marilah kita hindari. Ini tidak beretika, tidak bertata krama, tidak Islami seperti ini," kata Jokowi.

Ia menegaskan perbedaan politik dalam pemilihan umum adalah hal yang biasa. Kendati demikian, ia meminta kepada masyarakat untuk melihat dengan jelas rekam jejak, program, prestasi dan gagasan kandidat. "Kita harus bawa rakyat kita ke dalam kematangan dan kedewasaan dalam berpolitik," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya