Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Isu Pemindahan Markas Prabowo-Sandi ke Jateng Sekedar Trik Politik

Putri Rosmalia Octaviyani
13/12/2018 17:34
Isu Pemindahan Markas Prabowo-Sandi ke Jateng Sekedar Trik Politik
(ANTARA)

RENCANA pemindahan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga dianggap hanya bagian dari gimmick atau trik kampanye. Hal itu dianggap sebagai upaya membuat fokus kubu Jokowi berkampanye di banyak daerah dialihkan ke Jawa Tengah yang sebenarnya telah memiliki basis suara tinggi.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Romahurmuziy (Romi) menilai bahwa hal itu dilakukan agar TKN Jokowi-Amin langsung memusatkan perhatian pada Jawa Tengah.

"Sekali lagi saya tegaskan bahwa apa yang mereka sampaikan lebih pada political gimmick saja untuk membuat atau memancing TKN tidak berkonsentrasi di basis mereka. Misalnya di Jabar, Banten dan kemuudian beberapa provinsi Sumatera yang kemarin Pak Jokowi masih kalah," ujar Romi, di gedung DPR, Jakarta, Kamis, (13/12).

Romi mengatakan, pihaknya tidak akan terpengaruh pada trik yang dilakukan BPN Prabowo-Sandiaga itu. Pemindahan juga diyakini tidak akan berpengaruh pada perolehan suara untuk Jokowi-Amin di Jawa Tengah.

"Dari survey-survey itu rata-rata suara Jokowi di Jateng masih lebih dari 70%, masih kuat. Untuk Prabowo masih di bawah 30%," ujar Romi.

Meski begitu Romi mengatakan pihaknya akan memperhatikan pergerakan kubu lawan di lapangan. Sejauh apa langkah tim Prabowo-Sandiaga untuk mengambil dukungan masyarakat Jawa Tengah.

"Yang pasti kita konsolidasi ada dua jalur, pertama jalur caleg dan anggota legislatif yang sedang menjabat, yang sekarang berkampanye dual track kampanye partai dan presiden. Kedua melalui kepala daerah provinsi Jateng karena kan seperti PPP ada dua kepala daerah, PDIP lebih banyak lagi ada 17, semua itu dikoordinir oleh partainya masing masing untuk mewaspadai adanya kemungkinan kemungkinan penetrasi dari itu," ujar Romi. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya