Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menggelar konsolidasi tim bidang hukum dan advokasi. Konsolidasi ini dilakukan dengan mengundang Tim Kampanye Daerah (TKD) di 34 provinsi seluruh Indonesia.
Ketua TKN Jokowi-Amin, Erick Thohir, mengatakan, konsolidasi ini bertujuan untuk membicarakan hal teknis terkait persoalan hukum. Karena, saat ini, Erick ingin timnya bergerak lebih menyerang.
"Selama ini kami lihat, kami terus yang dilaporin. Sudah gitu mending yang dilaporin benar, yang dilaporin, yang disalah-salahin," kata Erick Thohir kepada wartawan di Hotel Acacia, Jakarta, Kamis (13/12)
Erick menilai, selama ini banyak isu miring yang dialamatkan kepada pasangan nomor urut 01 tersebut. Isu itu pun dianggap merugikan buat mereka.
"Tadinya kita defensif karena kita menganggap ini juga merupakan kampanye yang baik. Tapi karena kemarin kita sudah diserang bahkan ada kampanye PKI segala, jadi mau tidak mau kita harus ofensif sekarang," ujar Erick
Ia mencontohkan kasus tercecernya e-KTP di daerah Jakarta Timur. Ia menyebut TKN tidak ada hubunganya tetapi seakan-akan disalahkan.
"Sama juga sekarang isu e-KTP wah selalu dipojokin kita lagi. Loh yang namanya isu e-KTP kan sudah kita jelaskan itu ada perannya biarkan pihak kepolisian, pihak ini yang ini kan nggak ada hubunganya dengan TKN," kata Erick
Erick memaparkan, baik di TKN maupun TKD bidang hukum perlu lebih agresif agar pandangan masyarakat tidak melihat jika TKN selalu melakukan hal yang tidak baik.
“Pak Jokowi kan sudah bilang 'sabar, sabar, sabar'. Nah, sama kita juga sama, sabar. Tapi, sekarang bergerak. Karena apa, semua buktinya faktanya ada, jangan sampai nanti kita dianggap melakukan hal-hal yang enggak baik," kata Erick. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved