Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI reuni 212 yang akan berlangsung besok di Lapangan Monas, Jakarta dinilai sulit dilepas dari unsur politik.
Hal itu dilihat dari orang-orang yang menggagas kegiatan tersebut sudah terafiliasi pendukung salah satu pasangan capres dan cawapres di Pemilu 2019.
Analis politik dari Lembaga Survei KedaiKopi, Hendri Satrio, mengatakan sejarah adanya aksi 212 pada 2016 lalu tidak bisa dipisahkan dari unsur politik. Perkataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dinilai menista agama dan diprotes melalui aksi 212 pun tidak bisa dilepas dari unsur politik.
“Sejarah berdirinya gerakan ini juga ada unsur politik ya walaupun itu atasnama agama, karena saat itu masuk agenda poltik (Pemilihan Gubernur),” kata Hendri di acara diskusi bertajuk Seberapa Greget Reuni 212 di kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (1/12).
Baca juga: Ketua GNPF Ulama Ditantang Bersumpah Reuni 212 Bebas Agenda Politik
Terjadinya polemik terkait Reuni 212, kata Hendri juga tidak lepas dari persepsi politik. Mereka dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 sebagai penggagas dan eks alumni 212 yang menentang agenda itu juga memiliki persepsi politik masing-masing.
“Kalau pak Razman (Nasution) dan Kapitra Ampera ini bertentangan banget, karena ada persepsi politik mendukung salah satu paslon di Pilpres. Lalu Ada persepsi itu acara besok merupakan gerakan yang mendukung Prabowo-Sandiaga,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan agar penyelenggara bisa mengantisipasi agenda tersebut ditunggangi kelompok tertentu yang memiliki kepentingan di Pilpres 2019.
“Besok bagaimana teman-teman menjaga. Kalau besok ada teriak-teriak 2019GantiPresiden, teriak hidup Prabowo, itu sudah dipastikan agenda politik,” ujarnya. (OL-3)
ORGANIZING Committee Reuni 212 Muhammad bin Husein Alatas mengusulkan setiap tanggal 2 Desember dijadikan hari libur nasional sebagai peringatan Hari Ukhuwah Indonesia.
KETUA Panitia Konferensi Asia Pasifik 2025, Oke Setiadi Effendi, meminta pemerintah Indonesia memberikan apresiasi, atau tanda kehormatan kepada Habib Muhammad Amin Al-Husaini, Mufti Besar Palestina.
Gubernur Pramono Anung dan Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi'i menghadiri Reuni Akbar 212 yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat,
Setelah itu, mereka kemudian mengkhatamkan Al Quran, karena aksi 212 yang mereka lakukan pada 2 Desember 2016 merupakan aksi membela Al Quran.
Gubernur DKI Pramono Anung meminta seluruh peserta Reuni 212 untuk menjaga Jakarta tetap aman dan nyaman. Menurutnya, acara itu akan tetap menjadi sebuah kesempatan silaturahmi.
Kuota kendaraan yang bisa ditampung dari 17 lokasi parkir tersebut adalah 10.794 kendaraan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved