Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Jangan Jadikan Reuni 212 Sebagai Alat Pemecah Warga

Bayu Anggoro
30/11/2018 17:11
Jangan Jadikan Reuni 212 Sebagai Alat Pemecah Warga
(MI/Bayu Anggoro )

WAKIL Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berharap masyarakat khususnya muslim tidak terpecah belah dalam menyikapi rencana aksi reuni 212 yang akan digelar di Jakarta, 2 Desember mendatang. Mantan Bupati Tasikmalaya ini ingin warga tetap menjaga persatuan dan saling menghormati perbedaan pendapat.

"Saya tidak mau 212 ini dijadikan arena perpecahan," kata Uu saat dihubungi dari Bandung, Jumat (30/11). Uu menilai, masyarakat berhak memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam menyikapi aksi 212 ini.

Pihaknya tidak akan melarang warga Jawa Barat untuk menghadiri acara tersebut. "Yang akan hadir, itu hak mereka. Kami selaku kepala daerah tak bisa melarang," katanya.

Dia berharap masyarakat tidak saling menghujat dengan adanya rencana aksi tersebut. Pihak yang ikut dan mendukung kegiatan 212 tersebut jangan merasa paling benar dan menyalahkan masyarakat yang tidak datang serta tidak mendukung.

Begitu pun, lanjut Uu, warga yang tidak mendukung aksi itu jangan menyalahkan mereka yang datang dan mendukung. "Ada hak yang sama, jadi saling menghormati dan saling menghargai saja. Bagi mereka yang ikut, jangan ada anggapan bahwa yang ikut adalah kelompok yang paling bela agama, sedangkan yang tidak ikut yang tidak bela agama," katanya.

Menurut Uu, pihak yang mendukung aksi 212 maupun tidak, memiliki alasan masing-masing yang harus dihormati. "Bela agama shirod-nya macam-macam. Asalkan tujuannya izul Islam wal muislmimin. Bagi yang tidak hadir kali ini, sekali pun mereka hadir saat 212 pertama, jangan dianggap tidak membela kebaikan," katanya.

Terlebih, Uu mengaku keluarga besar pesantrennya pernah mendukung aksi 212 pertama. "Keluarga pondok pesantren Miftahul Huda hadir, bahkan KH Abdul Aziz Affandi juga hadir. Memberikan bantuan dengan 15 ambulan, belasan dokter dan puluhan perawat, dengan tujuan kemanusiaan," katanya.

Oleh karena itu, Uu pun kembali mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan aksi reuni 212 ini sebagai provokasi untuk memecah belah masyarakat. "Tolong jangan dijadikan sarana dan alat untuk mengelompokkan warga antara yang ikut dengan yang tidak," katanya.

Disinggung apakah reuni 212 ini bermuatan politis, Uu tidak menampiknya meski pun tidak juga membenarkan. Terlebih, saat ini semakin mendekati pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Presiden 2019.

"Memang ini tidak tertutup kemungkinan ada tujuan politis. Tapi bagi orang yang menafsirkan berbeda-beda, sah-sah saja. Tapi saya sebagai kepala daerah, politisi, saya enggak bisa melarang. Cuma jangan saling mengejek, menyalahkan," katanya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya