Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Presiden (Capres) No urut 01, Joko Widodo (Jokowi) datang menghadiri acara Jokowi Lantik 7000 Jokowi, di Bogorindo Cemerlang, Kawasan Industri Sentul, Jalan Olympic Raya, Kavling, Desa Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Selasa (27/11) petang.
Jokowi hadir bersama Pramono Anung, dan Abdul Hardi Sekjen PKB dan sejumlah petinggi partai pendukung lainnya. Jokowi tiba sekitar pukul 16.30 wib.
Kehadirannya pun disambut para peserta deklarasi sekaligus relawan pendukungnya yang kompak menggunakan kaus hitam dan bertopeng Jokowi.
"Sore hari ini saya betul-betul bangga. Saya melihat, saya sudah muter-muter semua propinsi. Saya melihat semangat 45 di sini (di Bogor). Memperlihatkan semangat untuk di Kabupaten Bogor, sangat besar,"ungkap Jokowi dengan suara keras saat pidatonya.
Jokowi pun menjelaskan alasan kekalahannya pada tahun 2014 dan menyauarakan keoptimisannya memenangkan di 2019.
"Di tahun 2014 kita kalah, gak apa-apa. Di 2019 kita gak boleh kalah di Kabupaten Bogor. Tapi ini kita harus kerja keras, kerja keras,"katanya.
"Apa yang harus kita kerjakan sebetulnya. Kita harus dari pintu ke pintu. Kita ketuk pintu, ketuk, harus ketuk pintu. Dari pintu ke pintu,".
Dia menegaskan, hal itu harus dilakukan untuk menjelaskan apa yang kita kerjakan. Apa yang pemerintah kerjakan, sedang kerjakan dan sudah dikerjakan.
Dia mencontohkan yang berkaitan denfan Indonesia pintar. Di seluruh Indonesia, sebutnya, pihaknya sudah membagikan 19 juta.
Program lainnya adalah Kartu Indonesia Sehat. Jokowi yang mengenakan setelan kemeja putih celana hitam itu mengatakan, program itu sudah disalurkan ke 92 juta jiwa.
"Kemudian Program Keluarga Harapan 10 juta keluarga yang kita berikan bantuan sebesar Rp 1 juta 890 ribu, kepada mereka. Untuk apa sebetulnya itu kita berikan. Agar beban-beban, biaya- biaya, yang ada di situ tadi bisa terkurangkan. Sehingga tidak membebani masyarakat kita. Itu memang belum cukup, saya tahu. Banyak yang belum dapat saya tahu. Inilah tahapan- tahapan besar yang kita kerjakan,"bebernya.
Kemudian, lanjutnya, saya ingatkan soal dana desa. Di Kabupaten Bogor, di seluruh tanah air, dana desa yang kita berikan di tahun 2015 itu sebesar Rp 20 triliun, di 2016 sebesar Rp 47 triliun, di tahun 2017 sebesar Rp 60 triliun, dan di 2018 sebesar Rp 60 triliun.
"Tahun depan Rp 73 triliun. Artinya dana desa itu apa? Itu uang yang kita gelontorkan ke desa. Total sudah Rp 187 triliun selama 4 tahun, dimasukan ke desa. Untuk apa itu dimasukan ke desa? Untuk bangun infrastruktur yang kecil- kecil. Bangun jembatan kecil di desa, bangun jalan yang rusak di desa, bangun irigasi yang ada di desa,"jelasnya.
Dia pun meminta pada semua relawan dan pendukungnya untuk juga melakukan pengawasan terhadap program-program tersebut.
"Tolong bapak, ibu, saudara sekalian, ini diawasi. Diawasi agar penggunaannya betul-betul tepat sasaran. Harus tepat sasaran. Harus tepat sasaran. Tugas saudara-saudara semuanya untuk mengawasi ini. Rp 187 triliun gede sekali, gede sekali. Dan uang itu saya titip jangan kembali lagi ke kota. Biar beredar di desa- desa, sehingga uang semakin banyak beredar, akan meningkatkan kekuatan ekonomi desa,"pungkasnya.
Sebelumnya, Politisi PDI-P Adian Napitupulu memimpin orasi di acara 'Jokowi Lantik 7000 Jokowi' tersebut.
Adapun ribuan orang yang hadir merupakan anggota dari Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Bogor beserta Tim Pemenangan Adian Napitupulu. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved