Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyatakan bahwa sebanyak 70,3 persen mayoritas masyarakat Indonesia memiliki persepsi bahwa kondisi ekonomi Indonesia berada pada kategori sedang dan baik. Sedangkan sebanyak 24.7 persen menilai kondisi ekonomi Indonesia buruk.
Menurut Peneliti LSI, Ardian Sopa mengatakan bahwa dari masyarakat yang mempersepsikan kondisi ekonomi saat ini sedang dan baik, sebesar 64.4 persen menyatakan mendukung calon presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Hasilnya memperlihatkan bahwa mayoritas ekonomi kita pada kondisi sedang atau baik. Dari mereka yang menilai ekonomi sedang dan baik, sebanyak 64.4 persen lebih banyak mendukung ke Jokowi-Ma'ruf Amin. Dan sebesar 20.5 persen mendukung Prabowo-Sandi,"ungkap Ardian di Gedung Graha Dua Rajawali LSI, Jakarta, Selasa (27/11).
Lanjutnya ia menuturkan bahwa dari kalangan pemilih yang mempersepsikan kondisi ekonomi Indonesia saat ini pada kategori buruk, lebih banyak mendukung pasangan Prabowo- Sandi yaitu sebesar 63.9 persen. Sedangkan 25.5 persen memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf.
Dalam survei yang dilakukan LSI yang berjudul 'Kondisi Ekonomi Tentukan Pemenang Pilpres?' dilakukan dari tanggal 10-19 November 2918. Kemudian menggunakan metode sampling berupa multistage random sampling. Untuk jumlah responden sebesar 1.200 Orang dengan margin of error sebesar 2.9 persen.
Kemudian Ardian berpendapat hasil survei LSI ini menjadi penting manakala sekarang banyak sekali pandangan yang menyatakan kondisi ekonomi sedang sulit, namun disatu sisi ada yang menyatakan kondisi ekonomi saat ini baik-baik saja.
"Sehingga ini menjadi pertanyaan dasar kita sebagai lembaga survei untuk mengetahui sebenarnya pemilih masyarakat Indonesia menilai isu ekonomi seperti apa. Dan terlihat untuk kalangan pemilih menyatakan ekonomi itu baik dilihat dari segmen pendidikan, pendapatan, kemudian ada segmen gender, agama. Sebagian besar banyak mendukung ke Jokowi-Ma'ruf Amin," terang Ardian.
Jika dibreakdown, kata Ardian, penilaian baik buruk ekonomi berdampak pada dukungan kedua capres dari berbagai segmen pemilih. Lanjutnya ia menuturkan dalam jangka waktu kedepan tema ekonomi lebih bisa digalakan.
"Sehingga bisa menjadi jawaban publik ekonomi kedepan arahnya seperti apa, catatan kita misalnya mengapa persepsi ekonomi saat ini masih baik diatas 70 persen karena kinerja pemerintah di apresiasi baik kemudian program-program pak Jokowi itu juga relatif lebih dikenal diatas 50 persen dan disukai diatas 90 persen," tandas Ardian. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved