Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KONTESTASI pemilihan presiden 2019 telah memakan korba jiwa lantaran perbedaan pendapat di media sosial. Pendukung calon Presiden-Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin menembak simpatisan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan senjata rakitan di Sampang, Jawa Timur, Rabu (21/11).
Wakil ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Abdul Karding Kadir menanggapi hal tersebut dengan mengatakan untuk menyerahkan ke pihak kepolisian untuk memproses secara hukum tidak peduli dari pendukung mana.
"Harus diproses siapapun pelakunya karena ini menyangkut kasus hukum. Kemudian mari kita mengambil hikmah dari kejadian di Sampang ini agar berkampanye dengan beradab, berkampanye dengan mengedukasi, berkampanye dengan tidak radikal dan provokatif," ujar Karding saat dihubungi, Jakarta, Senin (26/11).
Karding juga mengimbau agar para netizen pengguna sosial media lebih arif dan bijaksana dalam mengupload atau share seluruh konten yg sekirsnya berdampak pada perpecahan atau berbahaya. Pun ia menyerukan juga kepada media-media agar membangun narasi yang positif.
"Kita juga mohon kearifan teman-teman pengelola media mainstream, cetak, tv maupun online agar memiliki komitmen yang sama untuk mendorong agar kampanye dibangun dengan narasi positif, narasi yang baik,"kata Karding.
"Lalu, kita ingin agar Kemenkominfo itu lebih tegas dan lebih jeli melakukan sortir dan seleksi konten-konten yang berbahaya yang bisa menimbulkan perpecahan bahkan perkelahian di tengah masyarakat,"sambungnya.
TKN sendiri, kata Karding, berusaha untuk terus membangun pendidikan yang positif dan damai dalam kampanye. "Kita berusaha untuk terus membangun semacam pendidikan agar selalu mengedepankan kampanye damai dan positif dan juga sebagai bentuk komitmen kita" tuturnya
Salah satu contoh komitmen memciptakan kampanye yang damai, menurut Karding adalah dengan mengirim list nama jubir yang layak diwawancarai atau memberikan statement yang mewakili TKN.
"Itu kita kirim ke media-media, baik online, cetak, maupun TV agar kami bisa melakukan pengawasan sekaligus kontrol terhadap orang-orang yang bicara di luar batas-batas, harus yang positif dan ideal bagi kampanye damai. Itu yg kita lakukan hari ini," jelasnya
Hal senada juga diucapkan oleh jubir TKN, Irma Suryani Chaniago mengenai perbedaan pendapat soal Pilpres 2019 yang mengakibatkan korban jiwa.
"Jangan begitulah, kita harus punya etika dalam berpolitik, juga harus etis. Jangan semua (digunakan) dengan politik praktis, agitasi, segala macam itu engga baik. Kenapa? Karena itu akan memecah kesatuan dan persatuan bangsa."tandasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved