Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

BPN Prabowo-Sandi Bantah Pernyataan Amien Bentuk Intervensi Muhammadiyah

Nurjiyanto
23/11/2018 19:57
BPN Prabowo-Sandi Bantah Pernyataan Amien Bentuk Intervensi Muhammadiyah
(MI/ARDI TERISTI HARDI )

PERNYATAAN Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Amien Rais yang akan menjewer Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir jika organisasi tersebut tidak bersikap dalam gelaran Pilpres 2019 dianggap hanyalah sebagai guyonan belaka antara senior dan junior.

Salah satu juru bicara BPN Prabowo-Sandi Andre Rosiade menuturkan pernyataan yang dilontarkan Amien tersebut menandakan adanya kedekatan yang erat antara keduanya. Andre juga menampik jika hal tersebut merupakan intervensi agar Muhammadiyah mendukung paslon tertentu.

"Itu kan guyonan pak amien, supaya ketum muhammadiyah bersikaplah. tapi itukan guyoman antara abang adek sodara lah. Jadi jangan dianggap hal itu ada tendesi interversi," ungkapnya saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (23/11).

Dihubungi terpisah, jubir BPN Prabowo-Sandi Faldo Maldini menuturkan pernyataan Amien tersebut merupakan penegasan agar Muhammadiyah dan organisasi apapun harus punya platform. Pernyataan tersebut merupakan pengingat agar dalam kontestasi Pemilu ini adalah organisasi masyarakat Islam dapat memberikan peran lebih dalam menyebarkan warna ke-Islamannya

"Jangan disalahartikan pernyataan Pak Amien yang agak keras itu karena tidak ada pernyataan agar ada dukungan kepada Prabowo-Sandi," ujarnya.

Terkait adanya pernyataan jeweran, dirinya menganggap hal tersebut merupakan ungkapan antara orang tua kepada anaknya. Menurutnya, Amien merupalan salah satu orang tua yang dihormati warga Muhammadiyah.

"Kalau ada yang perlu didiskusikan oleh orang tua kepada yang lebih muda, ya biasa saja ngomong kayak begitu. Kalau kita yang muda-muda mau jewer Pak Amien kan tidak pantas, tentu kita cari istilah lainnya," ungkapnya.

Sebelumnya, Amien Rais mengutarakan ketidaksetujuannya pada Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir lantaran membebaskan warga Muhammadiyah dalam menentukan pilihan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Dirinya menuturkan akan menjewer Haedar jika hal tersebut tetap dilakukan. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya