Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Penyematan Status Santri Untuk Raup Suara

Dero Iqbal Mahendra
13/11/2018 16:52
Penyematan Status Santri Untuk Raup Suara
( MI/RAMDANI)

ADANYA upaya penyematan status santri antara kubu Prabowo-Sandi dan Jokowi - Ma'ruf Amin dipandang sebagai salah satu upaya guna meraup suara dalam gelaran Pilpres 2019 nanti.

Wakil Presiden Jusuf Kalla pun menilai penyematan status tersebut mungkin saja memiliki pengaruh dalam meraup suara.

"Ya, itukan (karena) jumlah santri banyak, tentu akan ada juga efeknya," tutur Jusuf Kalla saat ditemui di Kantor Wakil Presiden di Jakarta, Selasa (13/11).

Meski begitu dirinya menjelaskan bahwa tidak semua orang tentu bisa menjadi santri. Sebab menurutnya hal tersebut tidak mungkin terjadi.

Sebelumnya calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut Presiden Joko Widodo merupakan salah satu santri dari Situbondo, Jawa Timur. Hal tersebut diketahuinya setelah mendapatkan informasi bahwa salah satu kiai pondok pesantren di Situbondo pernah menjadi guru Jokowi.

"Itu saya dapat cerita dari Situbondo, beliau itu dianggap sebagai santri Situbondo," kata Ma'ruf, Selasa (13/11).

Namun Ma'ruf menjelaskan bahwa Jokowi tidak 'mondok' sebagaimana santri pada umumnya. Tetapi lebih kepada memiliki keterkaitan keilmuan karena mendapat pengajaran dari kyai tersebut.

"Bukan mondok, bukan tapi ada hubungan keilmuan. Nah biasa di dalam situasi jalur keilmuan ada semaan dianggap sebagai santri," tutur Ma'ruf.

Selain Jokowi Sandiaga Uno pun sempat disematkan gelar santri post islamisme Presiden PKS Sohibul Iman yang juga merupakan partai koalisi pendukungnya. Bahkan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW) menyebut Sandi sebagai seorang ulama. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya