Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Ungkapan Ma'ruf Amin Hanya Kiasan

Abdillah Muhammad Marzuqi
12/11/2018 21:50
Ungkapan Ma'ruf Amin Hanya Kiasan
(MI/PIUS ERLANGGA)

PERNYATAAN calon wakil presiden Ma'ruf Amin yang meminta jangan buta dan tuli akan kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi menurut pendiri Advokasi untuk Disabilitas Inklusi (Audisi) Yustitia Arief tidak dimaksudkan untuk merendahkan disabilitas.

"Saya yakin Pak Kiai tidak bermaksud untuk menyinggung apalagi merendahkan disabilitas terkait dengan diksi yang memang diakui agak keliru penggunanya. Tapi saya yakin itu tidak bermaksud demikian," terang Yustitia.

Perkataan itu hanya kiasan untuk orang yang tidak mau melihat hasil kinerja Presiden Jokowi. Buta dimaksudkan sebagai tidak mau melihat kebaikan dan tuli sebagai tidak mau mendengar keberhasilan karena tertutup rasa benci.

"Jadi saya rasa ini hanya ungkapan, kiasan saja. Ini tidak secara fisik. Ini kiasan," tegasnya.

Yustitia juga mengharapkan agar publik tidak menganggap pernyataan itu sebagai buta dan tuli secra fisik. "Saya menghimbau bagi teman-teman disabilitas untuk tidak melihat ini secara fisik," ujarnya.

"Jangan cepat berasumsi bahwa ini langsung secara fisik," tegasnya.

Menurut Yustitia, komitmen Jokowi terhadap penyandang disabilitas sudah baik. Hal itu sudah dilakukan Jokowi sejak menjadi Walikota Solo. Jokowi melibatkan disabilitas dalam pembangunan.

"Jadi saya tidak ragu akan komitmen beliau. Apalagi sebagai presiden, sejak walikota saja sudah ada komitmen," pungkas Yustitia.

Meski demikian, Yustitia meminta maaf atas diksi tersebut yang dirasa kurang tepat.

"Kami mengakui bahwa pernyataan itu kurang tepat dan telah menimbulkan misleading persepsi negative pada disabilitas netra dan tuli. Untuk itu TKN menyatakan permohonan maaf bagi seluruh disabilitas Indonesia khususnya netra dan tuli," pungkas Yustitia yang juga menjadi Kordinator gugus tugas difabel, direktorat penggalangan dan jaringan TKN. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya