Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Partai Golkar periode 2004-2009 Jusuf Kalla mengingatkan partai beringin agar tidak gampang mencabut dan mengeluarkan rekomendasi dukungan terhadap calon kepala daerah. Pencabutan atau pembatalan dukungan dikhawatirkan dapat memojokkan posisi partai di mata publik.
"Kalau sudah ada komitmen, lain kali kalau suka mengubah-ubah, Golkar keluarkan rekomendasi orang tidak anggap lagi," tegas Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, kemarin.
Kalla mengatakan pencabutan surat rekomendasi sebaiknya disertai dengan alasan yang jelas. Ia khawatir langkah Golkar mencabut dan menerbitkan rekomendasi baru hanya akan menggerus kredibilitas partai. "Sama saja nanti kalau tiap saya buat surat, besok saya ubah lagi. Itu tidak kredibel namanya," tegasnya lagi.
Partai Golkar mencabut surat rekomendasi pencalonan Ridwan Kamil-Daniel Mutaqien Syafiuddin sebagai gubernur dan wakil gubernur di Pilgub Jabar 2018. Pencabutan itu tertuang dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen Idrus Marham.
Ketua Harian Golkar Nurdin Halid menyebut Ridwan tidak konsisten. Itu sebabnya Golkar menarik dukungan terhadap Wali Kota Bandung itu. Menurut dia, salah satu ketidakkonsistenan Ridwan ialah tidak kunjung mengumumkan pendampingnya. Padahal, Golkar telah mendeklarasikan pasangan Ridwan-Daniel.
Belum bersikap
DPD Golkar Jawa Tengah hingga kini belum menentukan dukungan dalam pilgub Jateng. Golkar masih menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol yang punya kursi di DPRD Jateng.
"Sampai sekarang kami belum dapat menentukan sikap dukungan ke arah mana. Calon yang muncul baru satu, yakni Sudirman Said. Kami masih melihat koalisi yang ada. Komunikasi masih terus dijalin," jelas Ketua DPD Golkar Jateng Wisnu Suhardono.
Dalam pilgub Jateng, Golkar tidak memasang target tertentu, tapi yang pasti, telah memiliki bakal calon wakil gubernur.
"Untuk calon wagub, Golkar telah menurunkan rekomendasinya kepada Hariyati Dewi. Namun, itu bukan harga mati sebab segala kemungkinan masih dapat terjadi. Khusus untuk pilgub Jateng, yang penting bagi Golkar, calon yang didukung benar-benar terbaik untuk Jateng ke depan," ucap Wisnu.
Di sisi lain, Ketua DPD PDIP Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya menegaskan pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur NTT Marianus Sae-Emilia Nomleni sudah final. Dia mengatakan itu untuk menjawab adanya penolakan dari sejumlah kader PDIP di NTT terhadap pasangan tersebut.
Penolakan antara lain berasal dari Wakil Sekretaris DPD PDIP NTT Dolvianus Kolo yang juga anggota DPRD NTT. Dia tidak terima karena PDIP mengusung calon gubernur dari nonkader. Marianus pernah menjabat Ketua DPC Partai Amanat Nasioal (PAN) Kabupaten Ngada.
"Kita sudah mengajukan (calon gubernur) dan sudah melalui proses sampai ditetapkan melalui berbagai pertimbangan," tegas Frans. (LD/PO/Mtvn/P-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved