Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Amanat Nasional (PAN) memasuki tahap finalisasi untuk menentukan arah haluan politik dalam Pilgub Jawa Timur 2018. Namun, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan belum secara benderang menyebut partainya akan mengusung Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. "Jatim sudah dekat sekali," kata Zulkifli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
"Dukung Khofifah?" tanya wartawan. "Nah itu tahu jawabannya," ujar Zulkifli singkat.
Dalam Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota, syarat pertama bagi partai yang ingin mengusung calon gubernur sendiri harus memiliki jumlah perolehan kursi di DPRD di daerah pilkada sebanyak 20%, atau partai politik punya 25% dari akumulasi suara sah dalam pemilihan legislatif terakhir. Total kursi di DPRD Jatim sebanyak 100 kursi. Seratus kursi itu dibagi untuk 10 parpol.
PKB menjadi pemilik kursi terbanyak di DPRD Jatim dengan 20 kursi. PDIP menjadi partai pemilik kursi terbanyak kedua di DPRD Jatim dengan 19 kursi, diikuti Gerindra dan Demokrat yang masing-masing punya 13 kursi. Setelah itu Partai Golkar memperoleh 11 kursi, PAN punya 7 kursi, dan PKS 6 kursi.
Sisanya diduduki PPP dengan 5 kursi, NasDem 4 kursi, dan Hanura 2 kursi.
Menurut Zulkifli, keputusan politik itu didasari beberapa pertimbangan. Salah satunya aspek politik saling menguntungkan satu sama lain. Dia berharap antara Khofifah dan Emil Dardak mau berlabuh dan berbaju PAN. "Ya tentu pertimbangannya politik, iya kan. Kalau politik take and gift. Misalnya kalau Dardak bisa nantinya siapa yang ditunjuk bergabung dengan PAN, nah kira-kira begitu," ujarnya.
Kini dengan diusungnya Khofifah-Emil oleh PAN, otomastis Gerindra (13 kursi) dan PKS (6) tidak bisa berkoalisi karena jumlahnya hanya 18 kursi atau kurang 2 kursi.
Juru kampanye
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di-minta menjadi juru kampanye pasangan calon Gubernur dan Wagub Jatim Saifullah Yusuf dan Abdullah Azwar Anas. Risma akan mengutamakan dialog sebagai juru kampanye. "Biasanya memang saya enggak bisa kalau disuruh kampanye di panggung, enggak bisa, biasanya saya berdialog," kata Risma di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, kemarin.
Risma mengaku bisa mendengarkan secara langsung yang dibutuhkan masyarakat melalui dialog sehingga ia bisa memberikan solusi yang tepat terhadap masalah itu. Hal itu tak akan didapat dengan berbicara kepada pendukung di panggung. Risma menilai isu Mataraman dan Tapal Kuda tak lagi seksi jika digunakan karena ada banyak masalah nyata yang perlu diperbaiki di Jatim. "Tentang kemiskinan, pembangunan infrastruktur, yang mungkin akan jadi topik besar," kata Risma.(Pol/P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved