Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengajak Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menjaga persaudaraan di tengah masyarakat menjelang tahun pilkada serentak yang digelar di 171 daerah.
Pasalnya, kata Presiden, kontestasi pilkada bisa mengancam persaudaraan dan persatuan sehingga mengganggu kehidupan berbangsa.
"Tahun depan, kita memasuki tahun politik, pilkada 171 daerah. Saya ingin seluruh FKUB ikut berperan karena saya meyakini peran bapak ini sangat dibutuhkan untuk mengingatkan kita di 171 daerah pilkada agar mengedepankan persaudaraan, persatuan," ujar Presiden saat menggelar silaturahim dengan peserta Rakornas FKUB di Istana Negara, Jakarta, kemarin.
Rakornas FKUB dan Silatnas Tokoh Agama diselenggarakan di Jakarta pada 27-29 November 2017. Rakornas diiikuti para tokoh dan perwakilan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, dari tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten dan kota, para ketua dan sekretaris FKUB dari 34 provinsi.
Tampak hadir mendampingi Presiden Jokowi Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Dalam kesempatan itu, Presiden mencontohkan bagaimana pesta demokrasi telah memecah belah persatuan bangsa. Tiga tahun berlalu, masih ada pihak-pihak yang menggoreng Pilpres 2014 karena tidak menerima hasilnya.
"Masak sudah tiga tahun masih dibawa-bawa pilpres, pilgub. Itu yang pinter politikusnya. Tapi yang dipengaruhi tiga tahun masih kebawa-bawa," tandasnya.
Kepala Negara mewanti-wanti agar pesta demokrasi tidak malah menjadi ajang saling menghasut dan menebar fitnah yang berpotensi merusak persaudaraan se-Tanah Air.
Jangan sampai pesta demokrasi lima tahunan dikotori isu SARA. Ia menegaskan Pancasila sebagai dasar negara tidak boleh diutak-atik.
"Pada saat proklamator kita, pejuang kita, pahlawan kita sudah sepakat dengan pendirian negara dan bangsa ini. Jangan utak-atik itu lagi," tegasnya.
Presiden menyayangkan isu SARA telah menjadi komoditas baik dalam pilpres maupun pilkada. Padahal, bagi negara lain, Indonesia ialah anutan bagaimana merawat keberagaman dan toleransi antarumat beragama. Salah satu contohnya, PM Denmark Lars Lokke Rasmussen yang kemarin bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor mengungkapkan kekaguman.
"Mereka kagum, kita yang dikagumi tidak tahu. Malah ribut urusan pilgub, pilkada, pilpres. Aduh. Lupa kita ini saudara sebangsa setanah air," kata Presiden.
Umat, sambung Jokowi, juga harus diingatkan bahwa pilkada sebatas pilihan politik. "Perbedaan pendapat pasti ada. Demokrasi memang begitu. Yang harus diingat pilihan kebangsaan, menjaga kerukunan persaudaraan persatuan," pesan Presiden Jokowi.
Komitmen
Dalam kesempatan yang sama, Menag Lukman Hakim Saifuddin menegaskan komitmen untuk memperkuat peran dan fungsi FKUB.
"Keberadaan FKUB sangat penting di negeri yang beragam ini. Untuk itu, harus ada regulasi setingkat undang-undang yang memayungi FKUB," kata Menag Lukman.
Menteri Lukman juga menyebutkan anggota FKUB diangkat pemerintah daerah. Saat ini ada daerah yang memberikan perhatian kepada keberadaan FKUB, tetapi ada juga daerah yang belum memberi perhatian sesuai dengan harapan.
"Dalam kesempatan itu kami berharap Bapak Presiden bisa memberi instruksi kepada kepala daerah agar forum ini bisa berdaya guna sehingga kepala daerah punya komitmen bersama menjaga kerukunan umat beragama," kata Lukman Hakim. (Ant/X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved